
Bola.net - Team Principal WithU Yamaha RNF MotoGP Team, Razlan Razali, blak-blakan soal penyesalannya selama dua musim belakangan di MotoGP. Lewat Speedweek, Selasa (30/11/2021), Razali menyebut ada beberapa keputusan krusial yang sangat memengaruhi masa depan timnya, yang dulunya bernama Petronas Yamaha SRT.
Usai tampil sangat kompetitif pada 2019 dan 2020, skuad Razali mendadak ditinggalkan oleh sponsor utamanya, Petronas, pada 2022. Tak hanya itu, Sepang International Circuit sebagai pemilik juga mundur. Alhasil, tim itu gulung tikar dari Moto3 dan Moto2, dan status kepemilikan skuad tersebut di MotoGP diambil alih oleh Razali.
Razali tadinya berencana berbagi kepemilikan dengan sang direktur tim, Johan Stigefelt. Namun, pada Agustus, Razali dan Stigefelt dikabarkan berdebat sengit karena berbeda visi. Akhirnya, mereka memutuskan berpisah. Kini Razali menjadi pemilik tunggal tim, dan mempertahankan Wilco Zeelenberg sebagai manajer.
Advertisement
Menyesal Tak Langsung Terima Tawaran Petronas
Razali pun menyatakan bahwa penyesalan utamanya adalah tak segera menerima tawaran perpanjangan kontrak dari Petronas yang diajukan pada Juni. Kala itu, ia tak langsung mengiyakan karena menginginkan nilai kontrak yang lebih tinggi. Andai ia langsung menerimanya, mungkin skuadnya masih utuh pada 2022 nanti.
"Andai saya bisa memutar waktu kembali, saya bakal ambil keputusan pada Juni 2021 untuk menerima tawaran pertama kontrak baru dari Petronas. Tapi saya ingin menegosiasikan yang lebih besar. Dan jujur saja, seharusnya saya tak mengambil Valentino (Rossi)!" tutur eks CEO Sirkuit Sepang ini.
Seperti yang diketahui, Rossi terdepak dari Monster Energy Yamaha pada akhir 2020 dan digantikan Fabio Quartararo. Namun, The Doctor masih ingin balapan pada 2021. Rumor yang beredar di paddock menyatakan bahwa SRT dipaksa oleh Yamaha untuk memberi tempat pada Rossi. Namun, Razali justru membantah.
Luluh saat Valentino Rossi Naik Podium Andalusia 2020
Razali sendiri tak pernah segan menyatakan rasa tak sreg menaungi Rossi, namun ia luluh usai sang sembilan kali juara dunia finis ketiga di MotoGP Andalusia 2020. "Selalu ada asumsi bahwa kami tak punya pilihan selain menggaet Vale untuk 2021. Asumsinya, kami dapat tekanan dari Yamaha. Namun, tidak, tak pernah ada tekanan," tuturnya.
"Saya tadinya skeptis, sampai akhirnya Vale naik podium bareng Fabio dan Maverick di balapan kedua Jerez pada Juli 2020. Saat saya ada podium bareng tiga rider itu, saya berkata, 'oke, mungkin ia bisa melakukannya'. Setelah itu, hasil Vale justru buruk. Sayang, keputusan soal Vale kala itu sudah diambil," kisah Razali.
Di lain sisi, Razali yakin jebloknya performa Rossi pada 2021 terjadi karena rider Italia itu terbebani. "Saya rasa Vale meletakkan dirinya sendiri dalam tekanan. Para rider muda jauh lebih cepat. Vale mencatat waktu lebih cepat daripada dulu, tapi itu tak cukup. Ia ingin sukses, hati dan pikirannya siap untuk meraih semua itu, namun tubuhnya berkata lain," tutupnya.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Yamaha: Fabio Quartararo Datang, Atmosfer Tim Jadi Ikut 'Muda'
- Ragu Bela Suzuki di MotoGP 2023, Joan Mir Lirik Ducati dan Yamaha
- 14 Juara Dunia Ramaikan MotoGP 2022, 10 Rider Lain Tak Kalah Kuat
- Rumah Paling Jauh, Jack Miller Cemaskan Padatnya Jadwal MotoGP 2022
- Fabio Quartararo: Gelar Saya Tetap 'Sah' Meski Marc Marquez Belum Pulih
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 30 November 2021 12:50
Fabio Quartararo Sempat Cemas Dimusuhi Fans Italia saat Gantikan Valentino Rossi
-
Otomotif 29 November 2021 14:20
Valentino Rossi Undang Max Biaggi Ikut La 100km dei Campioni, Akankah Dipenuhi?
-
Otomotif 29 November 2021 13:43
-
Otomotif 28 November 2021 19:11
Jorge Lorenzo Resmi Diundang Valentino Rossi Balapan di La 100km dei Campioni
-
Otomotif 26 November 2021 14:30
Valentino Rossi: Mungkin Rival Saya Sebal Lihat Fans Saya Kebanyakan
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 03:58
-
Liga Spanyol 20 Maret 2025 03:15
-
Liga Inggris 19 Maret 2025 23:55
-
Liga Inggris 19 Maret 2025 23:43
-
Liga Inggris 19 Maret 2025 23:03
-
Tim Nasional 19 Maret 2025 22:57
HIGHLIGHT
- 5 Pemain Gratisan yang Bisa Direkrut Manchester Un...
- Di Mana Mereka Sekarang? 4 Pemain 17 Tahun yang Pe...
- 7 Eks Pemain Real Madrid yang Bersinar di Tempat L...
- 10 Opsi Striker untuk Man United: Solusi Ruben Amo...
- 5 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Liverpool
- 7 Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo yang Pernah...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Diminta Pau...