Maverick Vinales Jengkel Performa Buruknya Diduga Akibat Masalah Mental

Maverick Vinales Jengkel Performa Buruknya Diduga Akibat Masalah Mental
Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha

Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, merasa jengkel banyak pihak menyebut performanya yang naik turun di MotoGP 2020 diakibatkan masalah psikis atau mental. Dalam wawancaranya dengan Motosan.es, Senin (2/11/2020), Vinales justru balik menuduh para haters-nya tak tahu apa-apa.

Musim ini, Vinales telah mengoleksi tiga podium, yang salah satunya kemenangan. Ia juga kandidat kuat juara dunia, tengah duduk di peringkat 3 pada klasemen dengan ketertinggalan 19 poin saja dari Joan Mir yang ada di puncak. Sayang, pada beberapa balapan, ia tak bisa tampil mengancam.

"Kami punya lebih dari satu masalah. Ini soal dinamika perilaku motor kami, jadi memang rumit. Saya coba adaptasi sebaik mungkin, tapi ada kalanya saya tak bisa adaptasi lebih jauh, dan segalanya jadi makin sulit. Sudah jelas ada beberapa balapan yang baik, tapi juga ada yang buruk. Tapi saya merasa tak bisa selalu mengeluarkan potensi," ujarnya.

1 dari 3 halaman

Mau-Mau Saja Menerima Kritik

Mau-Mau Saja Menerima Kritik

Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales (c) Yamaha

Beberapa pihak pun meyakini bahwa Vinales memiliki mentalitas kompetisi yang salah, karena ia dikenal kerap mengutak-atik setup motor YZR-M1 miliknya kelewat sering, dan selama ini justru terlalu fokus pada performa lap tunggal ketimbang ritme catatan waktu demi tampil maksimal di kualifikasi ketimbang sesi balap.

"Orang-orang yang bilang begitu bukanlah orang-orang yang berada di garasi saya, di mana saya duduk membaca data dan telemetri. Jadi, orang-orang yang bilang begitu hanyalah orang yang tak tahu banyak soal kinerja kami. Jika mereka paham, pasti mereka takkan mengatakan hal-hal macam itu," ungkap Top Gun.

"Sebagai pembalap, tentu saya mau menerima kritik. Tapi saya tahu benar di mana saya berada, saya benar-benar tahu situasi kami, dan mentalitas saya sempurna. Jadi, sebelum bicara, mending pikir-pikir dulu. Orang-orang yang berkata begitu biasanya juga buruk sebagai pengendara motor," lanjut rider Spanyol ini.

2 dari 3 halaman

Tak Peduli Omongan Orang

Dalam wawancara yang sama, Vinales juga ditanya apakah dengan performa yang naik turun selama membela Yamaha sejak 2017 ini ia pernah merasa orang-orang jadi sulit memercayai dirinya untuk ikut memperebutkan gelar dunia. Rider berusia 25 tahun ini pun mengaku sama sekali tak peduli soal apa yang dipikirkan orang lain tentangnya.

"Jujur saja, saya sungguh tak peduli apa kata orang, karena saya percaya pada diri saya sendiri. Saya tahu siapa saya, saya tahu ke mana harus menuju, dan saya tak butuh orang lain mengajari saya ke mana saya harus cari jati diri. Saya tahu, jika punya senjata yang tepat, saya bisa mengeluarkan semua potensi yang saat ini tak bisa saya tunjukkan," pungkasnya.

Vinales akan kembali bertemu pada pembalap lainnya dalam MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada 6-8 November mendatang.

Sumber: Motosanes