Marco Bezzecchi Galau Pilih VR46 atau Petronas SRT, Minta Maaf ke Aprilia

Marco Bezzecchi Galau Pilih VR46 atau Petronas SRT, Minta Maaf ke Aprilia
Pembalap Sky Racing VR46, Marco Bezzecchi (c) AP Photo

Bola.net - Pembalap Sky Racing VR46 Moto2, Marco Bezzecchi, mengakui dirinya telah mendapatkan tawaran dari dua tim sekaligus untuk naik ke MotoGP pada 2022. Kedua tim tersebut adalah Petronas Yamaha SRT, dan juga timnya yang sekarang, yang tahun depan akan berganti nama menjadi Aramco Racing Team VR46.

Bezzecchi adalah anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, dan merupakan salah satu yang paling berprestasi. Pada 2018, ia memperebutkan gelar dunia Moto3 dan mengakhiri musim di peringkat ketiga. Selama tiga tahun terakhir, ia turun di Moto2 dan telah mengoleksi total 11 podium, termasuk dua kemenangan.

Pada 2020, 'Bez' menduduki di peringkat 4 pada klasemen Moto2 dan sempat dapatkan tawaran membela ke Aprilia Racing sebagai pengganti Andrea Iannone yang tersandung kasus doping. Namun, ia menolak karena ingin lebih jauh mengembangkan diri di Moto2 dan sudah telanjur tanda tangan kontrak baru dengan VR46.

1 dari 3 halaman

Bakal Jadi Keputusan Sulit

Bakal Jadi Keputusan Sulit

Pembalap Sky Racing VR46, Marco Bezzecchi (c) Twitter/Sky Racing VR46

Musim ini, Bezzecchi kembali tampil kompetitif, dan ia jadi kandidat kuat rider kedua Aramco Racing Team VR46 yang tetap jadi tim satelit Ducati. Di lain sisi, Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, sudah menyatakan ketertarikan untuk menggaetnya, untuk dijadikan pengganti Franco Morbidelli atau Valentino Rossi.

"Saya sangat senang. Ketika Anda balapan di Moto2, Anda sangat dekat dengan kenaikan kelas (ke MotoGP). Namun, Anda juga tahu betapa sulit untuk melakukannya. Jadi, punya dua tawaran sudah jadi hal yang sangat baik. Jelas ini akan jadi pilihan yang sulit, karena Anda harus merasa siap," ungkap pembalap berusia 22 tahun ini.

"Anda harus tahu apakah Anda benar-benar sudah layak. Anda harus tahu sebelum ambil keputusan. Untungnya, saya masih punya waktu berpikir. Saya sudah dapat gagasan usai bicara dengan Uccio Salucci (Project Leader VR46) dan Carlo Casabianca (pelatih fisik VR46). Saya akan segera memberitahu apa keputusan saya," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Minta Maaf Tolak Tawaran Aprilia

Dalam wawancara yang sama, Bezzecchi juga menjelaskan alasan dirinya menolak tawaran dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, untuk membela tim pabrikan mereka di MotoGP. Rider Italia ini mengaku mendapatkan tawaran menggiurkan dari pabrikan yang bermarkas di Noale tersebut, namun ia belum merasa siap.

"Waktu itu saya belum merasa siap dan ingin terus berkembang. Saya merasa tak enak pada Massimo, karena ia sangat keren. Ia terbukti sebagai orang yang bekerja keras, ia sangat tertarik pada saya, dan mengajukan proposal yang berisi apa pun yang saya inginkan," ungkapnya.

"Saya minta maaf karena waktu itu saya belum siap. Namun, siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan?" pungkas Bezzecchi, yang akan kembali turun lintasan dalam Moto2 Styria dan Austria yang masing-masing digelar pada 6-8 dan 13-15 Agustus di Sirkuit Red Bull Ring.

Sumber: GPOne