
Bola.net - Lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo, mengacungkan jempol untuk Fabio Quartararo, yang ia nilai sangat gigih tampil konsisten, hingga akhirnya menjuarai MotoGP 2021. Hal ini ia nyatakan via Crash.net, Sabtu (30/10/2021), usai menyaksikan El Diablo dalam Seri Emilia Romagna di Misano.
Seperti yang diketahui, Quartararo merupakan juara dunia Yamaha pertama di MotoGP sejak Lorenzo pada 2015 lalu. Sama seperti Lorenzo yang meraih gelar perdananya di kelas para raja pada 2010, Quartararo juga meraih gelar pada musim ketiganya.
Lorenzo senang Yamaha akhirnya juara lagi usai penantian enam tahun. Ia juga ikut bahagia untuk Quartararo, yang dulu sempat diremehkan karena naik ke MotoGP saat masih belia, serta terpuruk di Moto3 dan Moto2 meski pernah sekali menang di Catalunya pada 2018.
Advertisement
Gelar Layak Diraih Yamaha dan Quartararo
"Gelar ini layak didapatkan oleh semua pihak. Yamaha selalu bekerja keras. Motor mereka selalu 'lengkap', sangat seimbang. Soal Fabio, saat ia tiba di Petronas pada 2019, tak seorang pun mengira ia bakal tampil sangat kompetitif dan jadi juara dunia," ujar Lorenzo.
Lorenzo juga menyebut kesuksesan Quartararo ini diraih berkat konsistensi yang baik. Dalam 16 seri yang sudah lewat, Quartararo berhasil meraih 10 podium dan 5 kemenangan, serta selalu meraih poin penting di tiap balapan. Hal ini tentu berbeda dari kiprahnya pada 2020.
Musim lalu, Quartararo memang meraih tiga kemenangan dan sempat memimpin klasemen selama sembilan seri pertama. Namun, performanya sangat angin-anginan, terutama pada paruh kedua musim. Alhasil, ia pun terjun bebas ke peringkat delapan pada akhir musim.
Tak Ada Musim yang Sempurna, Tapi Harus Tetap Finis
"Orang bilang, 'Fabio tak terlalu kompetitif di Moto2, ia rider bertalenta namun tak terlalu konsisten'. Tapi ada akhirnya, sedikit demi sedikit ia mengalami kemajuan dan mengalami perubahan besar dibanding musim lalu. Ia tak melakukan satu pun kesalahan," tutur Lorenzo.
Pria yang pensiun pada akhir 2019 ini menyatakan bahwa tak ada rider yang bisa menjalani musim dengan sempurna dan memenangi seluruh balapan, karena kendala akan selalu ada. Namun, Quartararo justru berhasil mengatasi momen buruk dengan selalu meraih poin.
"Anda takkan bisa memenangkan tiap balapan, akan selalu ada trek yang tak cocok dengan Anda atau motor Anda. Tapi apa pun alasannya, Anda harus finis, tak boleh jatuh. Finis ketiga, keempat, atau kelima tidaklah penting. Anda harus finis. Inilah yang dilakukan Fabio musim ini," tutupnya.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Franco Morbidelli Mengaku 'Campur Aduk' saat Maverick Vinales Tinggalkan Yamaha
- Fabio Quartararo Juara, Franco Morbidelli Tekad Bentuk Rivalitas Sengit di Yamaha
- Bantah Kevin Schwantz, Marc Marquez: Meski Belum Pulih, Saya Tak Kepikiran Cedera
- IMI Pastikan Bendera Merah Putih Bisa Dikibarkan di WorldSBK Mandalika
- Fabio Quartararo Prediksi Enea Bastianini Jadi Ancaman di MotoGP 2022
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 22 Oktober 2021 12:27
Jorge Lorenzo: Saya Hanya Bisa Kenang Momen-Momen Indah dengan Valentino Rossi
-
Otomotif 7 Oktober 2021 14:32
'Sejak Valentino Rossi-Marc Marquez Berselisih, MotoGP Jadi Beracun'
-
Otomotif 28 September 2021 15:39
Pecco Bagnaia Garang Bareng Ducati Karena Mirip dan Pelajari Jorge Lorenzo
-
Otomotif 16 September 2021 13:25
Jorge Lorenzo: Tak Lebih Hebat, Pedro Acosta Cuma Lebih Terobsesi dari yang Lain
-
Otomotif 14 September 2021 12:35
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 09:32
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 09:26
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 09:15
-
Amerika Latin 20 Maret 2025 09:11
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 09:10
-
Amerika Latin 20 Maret 2025 09:08
HIGHLIGHT
- 5 Pemain Gratisan yang Bisa Direkrut Manchester Un...
- Di Mana Mereka Sekarang? 4 Pemain 17 Tahun yang Pe...
- 7 Eks Pemain Real Madrid yang Bersinar di Tempat L...
- 10 Opsi Striker untuk Man United: Solusi Ruben Amo...
- 5 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Liverpool
- 7 Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo yang Pernah...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Diminta Pau...