Mancini: Situasi di Inter Milan Semakin Rumit

Mancini: Situasi di Inter Milan Semakin Rumit
Zhang Jindong (tengah) diapit Erick Thohir dan Mancini. (c) InterMilan
- Roberto Mancini mengatakan situasi di Inter Milan saat ini semakin rumit. Hal itu dipicu dengan hadirnya investor baru dari berbagai negara termasuk Indonesia, Tiongkok, Inggris, dan dari Italia sendiri.


Pada musim panas ini, saham mayoritas Nerazzurri jatuh ke tangan perusahaan Tiongkok Suning Group, sementara orang Indonesia Erick Thohir masih tetap menjabat sebagai presiden.


Perubahan struktur dalam klub ini meniscayakan adanya perubahan termasuk penunjukan pelatih baru, Frank de Boer, menggantikan Mancini. Namun di sisi lain, stabilitas Inter Milan akhir-akhir ini kurang baik dan masih tertinggal di peringkat 14 klasemen Serie A.


Menurut Mancini, perubahan ini yang membuat Inter semakin rumit meskipun ke depannya berpotensi meraih kesuksesan.


"Saya pernah melatih di Inggris dan kehadiran presiden tidak benar-benar nyata tapi itu tak masalah. Tapi orang Inggris punya cara pikir berbeda dari orang italia. Di Italia, tim membutuhkan adanya presiden nyata, yang selalu dekat dengan mereka," ucap Mancini mengomentari perubahan kepemilikan klub dari kota Milan tersebut seperti dikutip Football Italia.


"Terkadang sulit bersama bersama orang-orang Italia, ketika ada orang dari Tiongkok, Indonesia, Italia, dan Inggris, itu semakin membuat rumit."


"Bisnis hasil membutuhkan jangka panjang tapi sepakbola membutuhkan hasil singkat. Tiap tiga hari Anda dikritik atau dipuji sehingga membutuhkan bantuan klub untuk pelatih dan pemain," jelasnya.  [initial]

 (foti/shd)