Disebut Bakal Latih Cesc Fabregas, Ini Tanggapan Kurniawan Dwi Yulianto

Disebut Bakal Latih Cesc Fabregas, Ini Tanggapan Kurniawan Dwi Yulianto
Cesc Fabregas (c) ASM

Bola.net - Kurniawan Dwi Yulianto angkat bicara soal kabar bahwa Como akan merekrut Cesc Fabregas pada bursa transfer musim panas ini. Asisten Pelatih Como tersebut mengaku tidak tahu-menahu soal rumor bakal bergabungnya salah seorang gelandang terbaik dunia ini ke timnya.

"Jujur saja, saya kurang tahu soal ini," ucap Kurniawan Dwi Yulianto, kepada Bola.net.

"Karenanya, saya nggak bisa komen apa-apa tentang hal tersebut. Apalagi, yang bersangkutan belum ada di sini," sambungnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Cesc Fabregas akan bergabung dengan Como pada bursa transfer musim panas ini. Kabar tersebut diungkapkan jurnalis Italia, yang juga menjadi pengamat bursa transfer, Fabrizio Romano.

Menurut Romano, Fabregas akan segera bergabung dengan Como. Ia ditawari kontrak sampai Juni 2024 mendatang.

Saat ini, Fabregas sudah berusia 35 tahun. Ia saat ini berstatus bebas transfer setelah kontraknya di AS Monaco berakhir pada akhir Juni 2022 lalu.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Bukan Nama Kaleng-Kaleng

Bukan Nama Kaleng-Kaleng

Cesc Fabregas (c) AFP

Fabregas sendiri bukan sosok pemain semenjana. Ia memiliki reputasi sebagai salah seorang gelandang terbaik di dunia.

Pemain kelahiran 4 Mei 1987 tersebut merupakan salah satu alumnus akademi Barcelona, La Masia. Dari La Masia, Fabregas bergabung dengan tim junior Arsenal.

Pada 1 Juli 2004, Fabregas mengawali perjalanannya di kancah sepak bola profesional dengan memperkuat Arsenal. Ia sempat bermain 304 kali berseragam The Gunners.

Fabregas sempat pulang kampung ke Spanyol dan memperkuat Barcelona. Di klub masa kecilnya tersebut, ia bermain dalam 151 pertandingan

Selepas Barcelona, Fabregas memperkuat Chelsea dan bermain dalam 198 laga bersama klub asal London tersebut. Belakangan, ia bergabung dengan AS Monaco dan memperkuat klub tersebut dalam 68 pertandingan.

Di level internasional, Fabregas merupakan salah seorang andalan Timnas Spanyol. Ia sempat 110 kali memperkuat La Furia Roja dan mencetak 15 gol. Bersama Timnas Spanyol pula, Fabregas sempat meraih dua gelar juara Euro dan satu gelar juara Piala Dunia.

2 dari 2 halaman

Klub Taipan Indonesia

Klub Taipan Indonesia

Kurniawan Dwi Yulianto. (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Sementara itu, meski di Indonesia tak setenar Fabregas, Como merupakan klub dengan sejarah panjang di sepak bola Italia. Klub berjuluk I Lariani ini didirikan sejak 1907 silam.

Dalam perjalanan mereka, Como sempat 13 musim mencicipi kerasnya persaingan di Serie A. Selain itu, mereka juga mengalami pasang surut yang membuat tim tersebut mengalami beberapa kali degradasi. Selain itu, mereka juga sempat mengalami krisis finansial.

Pada 2019, Djarum Group -kelompok taipan Indonesia- membeli klub tersebut. Bergabungnya Kurniawan Dwi Yulianto ke Como disebut tak lepas dari peralihan kepemilikan klub tersebut ke Djarum Group.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)