Jadi Korban Kekerasan dan Malah Dikartu Kuning, Rudiger: Ini Lelucon!

Jadi Korban Kekerasan dan Malah Dikartu Kuning, Rudiger: Ini Lelucon!
Antonio Rudiger memprotes keputusan wasit di laga Chelsea vs Everton. (c) AFP

Bola.net - - Antonio Rudiger mengecam keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kepadanya di laga lawan Everton, padahal ia adalah korban aksi kekerasan pemain lawan.

Chelsea menjamu Everton di matchday 12 Premier League hari Minggu (11/11) kemarin. Pertandingan tersebut berlangsung dengan cukup intens.

Wasit Kevin Friend yang bertugas mengeluarkan total tujuh kartu kuning. Dua di antaranya untuk Rudiger dan Bernard.

Kartu kuning itu diberikannya pada babak pertama tepatnya pada menit 45+2. Rudiger sepertinya dianggap membuat keributan bersama dengan Bernard sehingga diberi kartu kuning.

1 dari 3 halaman

Geramnya Rudiger


Bek asal Jerman itu mengaku ia sebenarnya sempat ditanduk oleh Bernard setelah keduanya sempat berselisih paham. Ia menegaskan dirinya sebagai korban.

Ia mengaku bahwa wasit harusnya memberikan kartu merah pada sang lawan. Bukannya memberikan dua kartu kuning.

“Ini menjengkelkan karena saya bahkan tidak menjegal seseorang, melakukan sesuatu dan saya mendapat kartu karena kepala saya ditanduk. Maaf, tapi itu lelucon!" ketusnya seperti dilansir Sky Sports.

2 dari 3 halaman

Awal Perseteruan


Eks defender AS Roma ini kemudian menjelaskan asal duduk perkaranya. Ia menyebut semua ini dimulai dari aksi teatrikal pemain asal Brasil tersebut.

“Ia [Bernard] melakukan diving dan saya menyuruhnya untuk berdiri. Lalu ia datang dengan berlari dan memukul saya dengan dahinya, jadi bagi saya untuk mendapatkan kartu kuning, bagi saya itu adalah lelucon," tegasnya.

“Wasit tidak melihat apapun. Mungkin harusnya wasit keempat yang berada di luar [lapangan], mungkin ia mengatakan sesuatu kepadanya [Kevin Friend] bahwa saya telah memprovokasi [Bernard] atau sesuatu, tetapi saya hanya berkata, 'Berdiri'," tuturnya.

“Jika ada VAR di Inggris, maka Bernard punya masalah. Ia akan diusir," klaimnya.