4 Taktik Mikel Arteta di Arsenal: Gabriel Jesus Bikin Sempurna dan Peran 'Aneh' Ben White

4 Taktik Mikel Arteta di Arsenal: Gabriel Jesus Bikin Sempurna dan Peran 'Aneh' Ben White
Skuad Arsenal merayakan gol Martin Odegaard dalam laga kontra Bournemouth, Sabtu (20/8/2022) (c) PA via AP Photo

Bola.net - Arsenal tampil sempurna di tiga laga awal Liga Inggris 2022/2023. Tidak ada tim yang bisa melakukan hal serupa, sehingga puncak klasemen dengan mudah dikuasai Arsenal.

Arsenal tercatat sudah menang tiga kali, dengan begitu sudah mengoleksi sembilan poin. Arsenal sudah mencetak sembilan gol dan baru kebobolan dua gol.

Rentetan hasil positif itu adalah pengaruh dari taktik Mikel Arteta yang berjalan lancar. Keinginannya untuk mendapatkan sejumlah pemain agar sistemnya berjalan, terbukti ampuh.

Sejak awal musim, Arsenal di tangan Arteta menjelma bak tim baru. Mereka bisa sangat dominan di fase bertahan dan menyerang.

Kira-kira taktik apa saja ya yang dipilih oleh Mikel Arteta? Baca ulasan selengkapnya di bawah ya, Bolaneters~

1 dari 5 halaman

Peran Alami Oleksandr Zinchenko

Peran Alami Oleksandr Zinchenko

Bek Crystal Palace Nathaniel Clyne berduel dengan bek Arsenal Oleksandr Zinchenko ketika kedua tim bertemu pada pekan ke-1 Premier League 2022/2023, Sabtu (6/8/2022). (c) AP Photo

Satu lagi pemain yang didatangkan dari Man City, yaitu Zinchenko. Pemain berusia 25 tahun ini memainkan peran alaminya saat bergabung dengan Arsenal.

Selama di Man City, ia lebih sering dimanfaatkan sebagai inverted full-back. Hal yang sama tampak di Arsenal.

Arteta melakukannya sejak pramusim. Zinchenko sejauh ini memberikan penampilan terbaiknya di lapangan dengan fasih memainkan peran inverted full back.

2 dari 5 halaman

Set-piece Presisi

Set-piece Presisi

Para pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Crystal Palace pada pekan ke-1 Premier League 2022/2023, Sabtu (6/8/2022). (c) AP Photo

Satu nama di skuad kepelatihan Arsenal yang layak dapat apresiasi adalah Nicolas Jover. Ya, pelatih ini spesialisasinya di set-piece.

Gol pembuka Arsenal ke gawang Crystal Palace bisa jadi sampelnya. Skema tendangan sudut dimainkan dengan sangat rapi, sampai akhirnya berhasil membobol gawang lawan.

Di laga melawan Bournemouth, skema-skema bola mati itu juga berjalan. Namun, hasilnya tidak ada yang masuk.

3 dari 5 halaman

Ben White Bek Kanan

Ben White Bek Kanan

Bek Arsenal Ben White beradu cepat dengan penyerang sayap Crystal Palace Wilfried Zaha. (c) AP Photo

Salah satu yang paling tampak adalah keputusan Arteta menurunkan White sebagai bek kanan saat laga kontrak Crystal Palace. Padahal, White adalah pemain yang condong bermain sebagai bek tengah.

Namun, perubahan itu diambil untuk bisa memberikan keuntungan dari segi taktikal. Keberadaan White di sisi kanan sukses meredam upaya-upaya penetrasi dari Wilfried Zaha.

Walaupun harus diakui, kemampuan menyerangnya belum mencapai rata-rata bek sayap pada umumnya. Tidak ada eksplosivitas yang dilancarkan. Tetapi, posisi naturalnya sebagai bek tengah memberikan keunggulan saat bermain sejajar dengan bek tengah.

4 dari 5 halaman

Kemampuan Individu Gabriel Jesus

Kemampuan Individu Gabriel Jesus

Aksi Gabriel Jesus dalam laga Bournemouth vs Arsenal, Sabtu (20/8/2022) (c) PA via AP Photo

Kepindahan Jesus dari Man City mengundang tanda tanya besar di antara benak banyak orang. Sebab, Jesus punya karier yang tidak buruk-buruk amat.

Keberadaan Jesus dimanfaatkan Arteta untuk mengelaborasi taktiknya. Pemain timnas Brasil itu diberikan lisensi untuk meliuk-liuk dan menciptakan celah di pertahanan lawan.

Gol pembuka Arsenal di laga lawan Bournemouth itu berawal dari kemampuan dribelnya yang berhasil melewati setidaknya tiga pemain. Ia juga merangsek ke kotak penalti dan melepas tembakan.

Apa yang dilakukan Jesus adalah kekurangan Arsenal di musim lalu. Mereka tidak punya pemain yang berani dan berkualitas memberikan ancaman seperti yang dilakukan Jesus.