
Bola.net - Sepanjang 15 tahun perjalanan Bola.net ada sejumlah momen terjadi. Salah satu momen yang terjadi tersebut adalah sukses Arema Indonesia meraih gelar juara Indonesia Super League 2009/2010.
Bagi Arema, momen ini bisa dikatakan sangat spesial. Pasalnya, sampai saat ini, momen juara tersebut belum bisa diulang lagi.
Sama seperti dalam perjalanan Bola.net, 15 tahun belakangan ini juga banyak mengubah paras anggota skuad juara sejauh 2009/2010. Banyak di antara para pemain ini yang sudah gantung sepatu. Ada yang masih berkutat di lapangan hijau. Ada yang sudah sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Bahkan, masih ada anggota skuad juara 2009/2010 yang masih menjadi bagian tim Arema FC musim ini.
Siapa saja para pemain yang sempat menjadi andalan Arema kala menjuarai ISL 2009/2010 lalu dan di mana mereka sekarang? Berikut 15 orang di antara mereka.
Advertisement
Kurnia Meiga
Musim 2009/2010 bisa dibilang sebagai musim yang menentukan langkah Meiga sebagai sosok penjaga gawang nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun ke depan. Entong, sapaan karibnya, tampil ciamik dan sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya mengadang serangan-serangan lawan.
Usai membawa Arema juara pada musim ini, Meiga terus menjadi andalan di bawah mistar klub berlogo singa tersebut. Ketika kompetisi berganti format pasca-sanksi FIFA, Meiga juga tetap jadi andalan Arema FC.
Namun, karier Meiga harus terhenti pada 2017 silam. Ia terkena gangguan penglihatan yang membuatnya harus gantung sepatu dari lapangan hijau.
Markus Harison
Pada putaran pertama ISL 2009/2010, Markus sempat jadi kiper andalan Arema. Ia sempat bermain dalam sembilan laga sebelum hengkang ke Persib Bandung pada putaran kedua.
Banyak gosip beredar mengiringi kepindahan Markus saat itu.
Setelah gantung sepatu, Markus masih berkecipung di dunia sepak bola. Saat ini, ia menjadi pelatih kiper. Pria kelahiran 14 Maret 1981 ini juga sempat menjadi pelatih kiper Indonesian U-16.
Beny Wahyudi
Benny Wahyudi merupakan salah satu pemain yang menempati sektor bek kiri dalam skuad juara Arema. Musim tersebut, ia sempat bermain 29 kali di ISL.
Selain Arema, Benny sempat memperkuat sejumlah klub lain. Tercatat, pemain kelahiran 28 Maret 1986 tersebut pernah berstatus penggawa Madura United, PSM Makassar, PSIM Yogyakarta, dan PSIS Semarang.
Musim lalu, Benny masih berstatus sebagai pesepak bola profesional. Ia memperkuat Persikab Kabupaten Bandung di Pegadaian Liga 2 2023/2024.
Pierre Njanka
Pierre Njanka menjadi salah satu pilar Arema di benteng pertahanan mereka pada ISL 2009/2010. Alumnus Piala Dunia ini bermain dalam 31 laga pada musim itu.
Ketika dualisme terjadi, Njanka menjadi salah satu pemain yang meninggalkan Arema. Ia bergabung dengan Aceh United. Setelahnya, pemain asal Kamerun ini sempat memperkuat sejumlah klub lain. Ia pun pensiun setelah memperkuat Persisam Samarinda pada 2013.
Njanka saat ini pulang ke Kamerun. Di sana, ia disebut melatih akademi sepak bola.
Purwaka Yudhi
Purwaka Yudhi merupakan partner Njanka di benteng pertahanan Arema pada ISL 2009/2010. Sepanjang musim itu, Purwaka bermain dalam 18 laga bersama Arema.
Selain Arema, Purwaka sempat memperkuat sejumlah klub lain. Ia pernah berseragam Persekabpas Pasuruan, Deltras, Petrokimia, Persib Bandung, dan PSS Sleman.
Musim lalu, Purwaka masih aktif bermain sebagai pesepak bola profesional. Ia memperkuat PSIM Yogyakarta di Liga 2 2023/2024.
Zulkifli Syukur
Zulkifli Syukur merupakan andalan Arema di sektor bek kanan. Musim 2009/2010, ia bermain dalam 29 laga bersama Singo Edan.
Zulkifli juga sempat memperkuat sejumlah klub lain seperti PSM Makassar, Persim Maros, Pupuk Kaltim, Persmin Minahasa, persib Bandung, Mitra Kukar, Pusamania Borneo, dan Sriwijaya FC. Musim lalu, ia memperkuat Farmel FC.
Setelah memperkuat Farmel FC, Zulkifli resmi gantung sepatu. Musim 2024/2025, namanya masuk sebagai salah satu asisten pelatih Persela Lamongan.
Ahmad Bustomi
Satu posisi di lini tengah Arema pada musim 2009/2010 ditempati Ahmad Bustomi. Cimot, sapaan karibnya, bermain dalam 32 laga di ISL 2009/2010 dan mencetak satu gol.
Selain Arema, Bustomi juga sempat berseragam Persikoba, Persema, Mitra Kukar, Madura United, Persela Lamongan, Persija Jakarta dan PSMS Medan.
Musim lalu, Bustomi memperkuat Persikab Kabupaten Bandung di Liga 2.
Juan Revi
Selain Bustomi, lini tengah skuad juara Arema 2009/2010 diisi oleh Juan Revi. Gelandang bertahan dengan gaya bermain lugas tersebut sempat tampil dalam 21 laga di ISL 2009/2010.
Revi sempat juga berseragam Persikoba, Deltras, Persela, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persik Kediri, Semeru FC, dan Hizbul Wathan.
Saat ini, Revi sudah gantung sepatu. Ia melanjutkan petualangannya di lapangan hijau dengan menjadi pelatih bagi sebuah SSB di daerah Kacuk, Malang.
M. Fakhrudin
(c) ist
Dengan 'Goyan Gergaji' andalannya, M. Fakhrudin menyihir sektor sayap Arema pada musim 2009/2010. Pemain asal Sidoarjo ini sempat bermain dalam 32 laga dan mencetak 8 gol di ISL 2009/2010.
Selain Arema, Fakhrudin juga sempat memperkuat Deltras Sidoarjo, PS Gianyar, Persiba Balikpapan, Persijap Jepara, Persisam Samarinda, Sriwijaya FC, Persik Kediri, dan Persida Sidoarjo. Pria kelahiran 14 April 1982 ini resmi gantung sepatu pada 2017 lalu.
Pensiun sebagai pemain tak membuat Fakhrudin meninggalkan dunia sepak bola sepenuhnya. Ia kini menjadi seorang pelatih. Tercatat, Fakhrudin sempat menangani Persekabpas dan Madura FC.
M. Ridhuan
Selain Fakhrudin, sektor sayap Arema FC pada musim 2009/2010 juga diperkuat M. Ridhuan. Di ISL 2009/2010, winger asal Singapura ini bermain dalam 34 laga dan mencetak lima gol bagi Singo Edan.
Selain Arema FC, di Indonesia, Ridhuan sempat memperkuat Persisam Samarinda. Ridhuan pun resmi gantung sepatu pada Januari 2022 lalu. Klub terakhir yang dibelanya adalah Tanjong Pagar.
Ridhuan sendiri sempat meninggalkan dunia sepak bola untuk melanjutkan pendidikannya dan bekerja di bidang perminyakan. Saat ini, ia juga berstatus sebagai pelatih tim junior Tanjong Pagar.
Roman Chmelo
Roman Chmelo merupakan salah satu bintang utama Arema pada musim 2009/2010. Kicsi, sapaan karibnya bermain dalam 32 laga dan mencetak 14 gol.
Selain Arema, di Indonesia, Roman juga sempat memperkuat PSM Makassar. Namun, sejak 2015, pemain asal Slovakia ini pulang ke tanah kelahirannya.
Sejauh ini belum diketahui apa aktivitas Roman saat ini. Yang pasti, pada musim 2019/2020 lalu, ia masih bergabung dengan klub asal negaranya, Hronske Klacany.
Roni Firmansyah
Di lini tengah skuad juara Arema 2009/2010 ada nama Roni Firmansyah. Playmaker asal Pasuruan ini sempat bermain dalam 22 pertadingan bersama Singo Edan musim itu.
Arema bukan satu-satunya klub yang pernah diperkuat Roni di kancah sepak bola Indonesia. Ia juga sempat memperkuat Persela Lamongan, PS Gianyar, Persmin Minahasa, PSMS Medan, Persiwa Wamena dan Persik Kediri. Ia gantung sepatu pada 2019 lalu.
Saat ini, Roni banting setir jadi pelatih. Ia saat ini menangani Aris Budi Soccer Academy di Kota Pasuruan.
Esteban Guillen
Esteban Guillen menjadi salah satu nyawa lini tengah Arema pada musim 2009/2010. Bergabung pada putaran kedua, gelandang asal Uruguay ini bermain dalam 16 laga dan mencetak empat gol.
Selain bersama Arema, di Indonesia, Esteban sempat bermain di Pelita Jaya, Persikota Tangerang, PSMS Medan, dan Persiba Balikpapan. Pada 2013, pria kelahiran 20 Juni 1980 tersebut resmi gantung sepatu.
Pensiun sebagai pesepak bola profesional, Esteban mengambil kursus kepelatihan. Ia disebut sudah mengantongi lisensi pro. Beberapa waktu lalu, ia sempat mengutarakan minat untuk menangani Arema FC.
Dendi Santoso
Di lini depan skuad juara Arema ada nama Dendi Santoso. Dendi bermain dalam 19 laga dan mencetak dua gol bagi Singo Edan.
Dendi sendiri dikenal sebagai one man one club. Arema adalah satu-satunya klub yang pernah diperkuat pemain kelahiran 16 Mei 1990 tersebut.
Saat ini, Dendi masih menjadi salah satu andalan Arema FC.
Noh Alam Shah
Noh Alam Shah merupakan roh Arema kala meraih gelar juara pada musim 2009/2010. Penyerang asal Singapura ini bermain dalam 30 laga bersama Arema dan mencetak 14 gol di ISL 2009/2010. Ia juga merupakan kapten Singo Edan pada momen itu.
Arema bukan satu-satunya persinggahan Along di Indonesia. Ia juga sempat berseragam Persib Bandung dan PSS Sleman.
Usai gantung sepatu pada 2016, Along melanjutkan karier di bidang kepelatihan. Terakhir, pria kelahiran 3 September 1980 tersebut menjadi pelatih trainee di Tokyo Verdy.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 18 Oktober 2022 10:03
-
Bola Indonesia 13 November 2021 00:21
-
Bola Indonesia 16 November 2020 08:40
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 20 Maret 2025 05:26
-
Amerika Latin 20 Maret 2025 05:13
-
Liga Italia 20 Maret 2025 04:58
-
Tim Nasional 20 Maret 2025 03:58
-
Liga Spanyol 20 Maret 2025 03:15
-
Liga Inggris 19 Maret 2025 23:55
HIGHLIGHT
- 5 Pemain Gratisan yang Bisa Direkrut Manchester Un...
- Di Mana Mereka Sekarang? 4 Pemain 17 Tahun yang Pe...
- 7 Eks Pemain Real Madrid yang Bersinar di Tempat L...
- 10 Opsi Striker untuk Man United: Solusi Ruben Amo...
- 5 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Liverpool
- 7 Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo yang Pernah...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Diminta Pau...