PS TNI Bungkam PBFC Lewat Adu Penalti

PS TNI Bungkam PBFC Lewat Adu Penalti
ps tni (c) Antok
- Keunggulan 2-0 pada paruh pertama ternyata tak dapat dipertahankan oleh FC (PBFC). Sebab mampu menyamakan kedudukan lewat sepasang gol Aldino Herdianto. Dalam drama adu penalti PS TNI menang 6-5. Keenam penendang PS TNI berhasil melaksanakan tugasnya. Sedangkan PBFC hanya lima pemain saja. Sebab tendangan ditepis kiper . PS TNI menang 8-7.


Kesempatan pertama di laga ini tercipta dari tendangan bebas menit keempat. Akan tetapi bola melambung dari sasaran. Hingga 10 menit awal, pertandingan berjalan cukup keras. Kedua tim sama-sama sering melakukan pelanggaran. PS TNI memperoleh kesempatan kedua menit ke-14. Akan tetapi sepakan Syaiful Ramadhan dari dalam kotak penalti PBFC, masih menyamping di kiri gawang.


PBFC membuka skor pada menit ke-18. Memanfaatkan crossing terarah dari Terens Puhiri, menuntaskannya dengan sebuah sundulan terarah. PBFC unggul 1-0. Baru 20 menit pertandingan berjalan, PS TNI menurunkan Guntur Triaji untuk menggantikan Ahmad Noviandani. PS TNI sebenarnya mendominasi penguasaan hingga menit ke-30. Hanya saja mereka kurang efektif.


Anak asuh Suharto sangat lemah di penyelesaian akhir. Sedangkan PBFC, meski hanya punya satu peluang, tapi kesempatan itu langsung berbuah gol. Seperti saat Tambun Naibaho berhasil melewati dua Goran Gancev dan Hamka Hamzah menit ke-32. Tapi ketika berada di depan gawang, tendangannya justru melambung di atas mistar.


Serangan dari sektor sayap coba dibangun oleh PS TNI. Kecepatan Tambun Naibaho dan Suhandi memang merepotkan lini belakang lawan. Tapi ketika umpan silang disodorkan, bola dengan mudah digagalkan bek-bek PBFC yang memiliki postur lebih tinggi. Menjelang turun minum, PBFC menurunkan Sultan Samma dan Risky Ripora, dan menarik keluar Arpani dan Yus Arfandi.


Tepat di menit ke-45, mencetak gol kedua untuk PBFC. Adalah Sultan Samma yang memberikan assist cantik dari sektor kiri pertahanan PS TNI. Skor 2-0 untuk keunggulan Pesut Etam bertahan hingga jeda pertandingan. Baru dia menit babak kedua berjalan, PBFC menarik keluar sang pencetak dua gol, Febri Hamzah. Sebagai gantinya, dimasukkan penyerang asal Kamerun, Herman Dzumafo.


PS TNI masih mendominasi penguasaan bola pada paruh kedua ini. Namun lagi-lagi serangan mereka selalu kandas oleh rapatnya tembok pertahanan PBFC. Percobaan dilakukan Guntut Triaji pada menit ke-61. Tapi bola gagal digapai Wanda Syahputra. Semenit berselang giliran PBFC yang mendapat peluang dari aksi Rizky Pora. Namun sontekannya melambung tinggi di atas gawang.


Lepas dari jebakan offside di menit ke-65, Wiganda Pradika sebenarnya tinggal berhadapan dengan kiper. Tapi tendangan kerasnya hanya menyamping di kiri gawang. PS TNI akhirnya memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-68, lewat sontekan setelah memanfaatkan umpan Suhandi.


kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-77 dan mengubah skor menjadi 2-2. Menerima crossing Suhandi, sundulan Aldino gagal diselamatkan kiper Galih Sudaryono. Berhasil menyamakan kedudukan membuat PS TNI semakin percaya diri. Mereka mengurung PBFC hingga separuh lapangan.


Jual beli serangan menjadi pemandangan yang menarik pada 10 menit menjelang waktu normal usai. Masuk masa injury time, kiper PS TNI, Dhika Bayangkara melakukan penyelamatan gemilang saat mengamankan gawangnya dari peluang Herman Dzumafo. Skor 2-2 bertahan hingga pluit panjang, sehingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.


PS TNI memenangkan adu penalti dengan skor 6-5. Seluruh eksekutor PS TNI, yakni Manahati Lestusen, Legimin Raharjo, Wawan Febrianto, Abduh Lestaluhu, Hardiantono dan Erwin Ramdani berhasil menuntaskan pekerjaannya dengan sempurna. Dari kubu PBFC, lima pemain yang sukses, yaitu Srdjan Lopicic, Ponaryo Astaman, Herman Dzumafo, Sultan Samma, Goran Gancev. Sedangkan penendang keenam, Risky Pora berhasil ditepis kiper Dhika Bayangkara. [initial]

  (faw/asa)