'Bubarkan BOPI Harus Lewat Judicial Review di Mahkamah Konstitusi'

'Bubarkan BOPI Harus Lewat Judicial Review di Mahkamah Konstitusi'
Heru Nugroho (c) Antara
- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengaku bahwa rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) -terkait pembubaran BOPI- tak bisa dilaksanakan dengan mudah. Pasalnya,  BOPI dibentuk berdasar amanat undang-undang.


"BOPI diperkuat lewat UU Sistem Keolahragaan Nasional Tahun 2005 -khususnya pasal 87 ayat 3- dan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007," ujar Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, Jumat (29/01).


"Jadi, bila harus dibubarkan harus melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi," sambungnya.


Selain itu, Heru menyebut bahwa saat ini keberadaan BOPI mutlak diperlukan terkait pembenahan tata kelola olahraga di Indonesia. Menurutnya, masih banyak masalah di olahraga profesional yang terabaikan selama ini oleh induk organisasinya.


"BOPI sangat aktif untuk mengawasinya dan terbukti sangat efektif mengembalikan nilai-nilai professional," kata Heru.


Sebelumnya, beredar rekomendasi dari KemenPAN terkait penataan lembaga-lembaga non struktural yang ada. Salah satu lembaga yang tercantum dalam rekomendasi ini adalah BOPI. Dalam rekomendasi ini, tugas dan fungsi BOPI direkomendasikan untuk diintegrasikan ke Kemenpora.


Sementara itu, Ketua Umum BOPI, Mayjen (purn) Noor Aman mengaku bahwa dalam menjalankan tugasnya selama ini, lembaga yang ia pimpin selalu menjalankan aturan negara. Mereka konsisten menjaga profesionalitas di bidang olahraga.


"BOPI sekuat tenaga berusaha menjaga marwah, hakekat, dan makna dari arti professional di bidang olahraga dengan segala turunannya yang justru banyak dilanggar induk olahraganya sendiri," kata Noor Aman.


"Kami patuh dan taat terhadap undang-undang dan berusaha menjalankan dengan sebaik-baiknya dan setegas-tegasnya," tandasnya. (den/dzi)