
Bola.net - Hendro Siswato memainkan yang cukup emosional pada final Piala Presiden 2022. Sebab, pemain Borneo FC itu harus berjumpa dengan klub yang pernah dibelanya selama sembilan musim yakni Arema FC.
Leg pertama final Piala Presiden 2022 digelar di Stadion Kanjuruhan, 14 Juli yang lalu. Borneo FC sebagai tim tamu kalah dengan skor 1-0 dari Singo Edan. Gol kemenangan Arema FC dicetak oleh Abel Camara.
Bagi Hendro Siswanto, leg pertama itu adalah momen yang sudah lama dinanti. Sebab, dia penasaran dengan sambutan yang akan diberikan Aremania. Rasa penasaran itu kini sudah tuntas.
Advertisement
Selama 9 musim dia bermain untuk Arema dan sudah tinggal di Malang. Namun sejak musim lalu dia bermain untuk Borneo FC dan di final pertama Piala Presiden kemarin jadi laga pertamanya datang ke Malang sebagai lawan.
“Ini laga yang saya tunggu. Karena musim lalu saya tidak bisa main lawan Arema (karena cedera),” katanya. Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ya Bolaneters.
Merinding
Selain itu, kompetisi menggunakan sistem series dan tanpa penonton. Ketika daftar susunan pemain Borneo FC dibacakan di Stadion Kanjuruhan sebelum pertandingan, nama Hendro dapat tepuk tangan dari Aremania.
Sama seperti pelatih Borneo yang juga pernah menangani Arema, Milomir Seslija. Selain mereka, sebenarnya Diego Michiels, Nurdiansyah, Ahmad Nur Hardianto juga pernah membela Arema. Tapi mereka tidak dapat sambutan khusus.
Artinya, Hendro masih ada di hati Aremania. Padahal biasanya pemain yang membela klub lain dapat hujatan dari Aremania.
“Luar biasa Aremania. Saat nama saya dibacakan sudah merinding. Apalagi disambut dengan tepuk tangan (Aremania), tambah merinding lagi,” jawabnya usai pertandingan.
Namun kini Hendro mengaku harus profesional. Karena dia membela Borneo dan harus bisa memenangi final kedua yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (17/7/2022).
Terharu
Tidak banyak mantan pemain Arema yang dapat sambutan hangat dari Aremania ketika kembali sebagai lawan. Salah satunya adalah striker asal Singapura, Noh Alam Shah alias Along.
Padahal di musim 2012, Along membela tim rival Persib Bandung saat melawan Arema di Stadion Kanjuruhan. Tapi dia tetap dapat sambutan hangat. Karena Along berjasa ikut membawa Arema juara ISL 2010.
Sedangkan Hendro, belum pernah memberikan juara di kompetisi. Tapi dia ikut memberi gelar berbagai turnamen yang dimenangi Singo Edan. Hendro sendiri agak kaget dengan sambutan Aremania kepadanya.
Karena dia sudah siap dengan apapun respon yang diberikan publik Malang kepadanya kemarin. “Saya sudah siap secara mental. Namun kemarin saya terharu juga,” tegasnya.
Disadur dari Bola.com: Aryo Atmaja, 16 Juli 2022
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Analisis Final Piala Presiden 2022: Arema FC Menang Cerdik di Leg Pertama, Borneo FC Bisa Balikkan K
- 3 Pemain Arema FC dengan Performa Menawan di Final Piala Presiden 2022 Leg Pertama
- Jadwal TV: 16 - 18 Juli 2022
- Suara Fans Usai Arema Kalahkan Borneo di Final Piala Presiden 2022: Rawan, Ojo Loyo, Abel Cobra!
- Fakta Menarik dari Leg Pertama Final Piala Presiden 2022: Arema FC Hentikan Rekor Gol Borneo FC
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 21 Maret 2025 15:30
-
Otomotif 21 Maret 2025 15:27
-
Tim Nasional 21 Maret 2025 15:20
-
Piala Eropa 21 Maret 2025 15:15
-
Otomotif 21 Maret 2025 14:53
-
Liga Eropa Lain 21 Maret 2025 14:45
HIGHLIGHT
- 5 Pemain Gratisan yang Bisa Direkrut Manchester Un...
- Di Mana Mereka Sekarang? 4 Pemain 17 Tahun yang Pe...
- 7 Eks Pemain Real Madrid yang Bersinar di Tempat L...
- 10 Opsi Striker untuk Man United: Solusi Ruben Amo...
- 5 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Liverpool
- 7 Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo yang Pernah...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Diminta Pau...