Transfer Besar-Besaran Termasuk Leo Messi, PSG Langgar Aturan FFP?

Transfer Besar-Besaran Termasuk Leo Messi, PSG Langgar Aturan FFP?
PSG menjadi juara Coupe de France 2020/2021 (c) AP Photo

Bola.net - PSG benar-benar agresif di bursa transfer musim panas ini. Beberapa pemain top didatangkan, termasuk Lionel Messi dari Barcelona.

Jumat (6/8/2021) lalu, Messi dipastikan bakal berpisah dengan Blaugrana. Kedua pihak sudah mencapai kesepakatan kontrak baru, tapi tidak bisa memenuhi aturan La Liga terkait salary cap.

Kepastian kepergian Messi ini disambut PSG dengan cepat. Raksasa Ligue 1 ini jadi satu-satunya kandidat klub baru Messi, bahkan nyaris tidak ada pesaing.

Menariknya, keberanian PSG ini mengundang tanda tanya besar. Mungkinkah transfer PSG melanggar aturan FFP?

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

PSG dan FFP

PSG dan FFP

Sergio Ramos. (c) PSG.fr

FFP adalah aturan ketat yang diciptakan UEFA untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih adil. Singkatnya, klub tidak boleh mengeluarkan uang lebih besar dari total pendapatan mereka.

PSG sudah lama diincar UEFA, khususnya terkait transfer-transfer besar seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan beberapa nama lain. Menariknya, PSG belum pernah dihukum, selalu lolos.

Musim panas ini PSG sudah mendatangkan Gianluigi Donnaruma, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, dan Sergio Ramos. Hanya Hakimi yang dibeli dengan biaya transfer, tiga lainnya didapatkan dengan gratis.

Meski begitu, pemain-pemain tersebut menerima gaji besar yang harus dihitung. Artinya, PSG sangat mungkin melanggar aturan FFP.

2 dari 4 halaman

Gratis, tapi gaji besar

Kabarnya, PSG berhasil mengikat Messi dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan satu tahun. Tidak ada biaya transfer, hanya gaji total 35 juta euro (plus bonus).

Masalahnya, sekitar setahun terakhir pendapatan setiap klub merosot drastis akibat pandemi. PSG juga terdampak, seharusnya pendapatan mereka tidak terlalu besar.

Nah di tengah kondisi tersebut, mereka harus membayar gaji pemain-pemain mahal seperti Ramos, Messi, Donnarumma, dan Wijnaldum.

Meski didapatkan tanpa biaya transfer, mungkinkah PSG melanggar aturan FFP?

3 dari 4 halaman

Licinnya PSG

Licinnya PSG

Lionel Messi menahan tangis saat menjalani sesi konferensi pers terakhirnya bersama Barcelona di Camp Nou, Minggu (08/08/2021). (c) AP Photo

Mengutip The Sports Grail, PSG diyakini sudah tahu caranya menyiasati aturan FFP. Belum jelas apakah UEFA akan melakukan investigasi mendalam.

Menurut laporan di Prancis, dengan transfer pemain musim panas ini, PSG telah menambahkan total 30 juta euro ke dalam beban gaji mereka.

Kedatangan Messi bakal menambah jumlah tersebut jadi total 70 juta euro. Angka ini tentunya sangat besar sebagai tambahan gaji dalam satu musim panas saja.

Satu-satunya dalih PSG adalah mereka mendapatkan sebagian besar pemain dengan gratis, tanpa biaya transfer. Namun, belum jelas apakah pembelian itu membuat perbedaan.

4 dari 4 halaman

Manipulasi uang

Aturan FFP menegaskan bahwa klub bisa mengeluarkan uang sama dengan pendapatan mereka. Maksimal klub boleh melebihi batas 30 juta euro dalam tiga tahun, tidak bisa lebih.

Anehnya, PSG tampak mengabaikan settiap aturan tersebut, contohnya dalam transfer Neymar. PSG sempat diselidiki UEFA, tapi lolos dari hukuman.

Diduga PSG menunjukkan pendapatan besar dari kesepakatan sponsorship seperti Ooredoo, Qatar International Bank, dan Qatar Tourism Authority.

Sejauh ini cara itulah hyang dilakukan PSG untuk menyiasati FFP. Sepertinya hal yang sama akan terulang musim panas ini.

Sumber: The Sports Grail, Bola