Hari Ini 10 Tahun Lalu: Inter Milan Parkir Bus di Camp Nou, Barcelona Menang tapi Menangis

Hari Ini 10 Tahun Lalu: Inter Milan Parkir Bus di Camp Nou, Barcelona Menang tapi Menangis
Potret ketika Jose Mourinho merayakan keberhasilan Inter Milan singkirkan Barcelona dari Liga Champions. (c) Marca/AFP

Bola.net - Inter Milan pernah menyingkirkan Barcelona dari Liga Champions 10 tahun lalu dengan taktik parkir bus ala Jose Mourinho. Di Camp Nou, 29 April 2010 dini hari WIB, Inter takluk 0-1 tapi tetap merayakannya seperti kemenangan besar.

Barcelona pernah menjadi raja sepak bola dunia di bawah Josep Guardiola (2008-2012). Saat itu Barca baru saja menjalani musim ajaib di tahun 2009. Mereka meraih 6 trofi tahun itu, lalu memiliki Lionel Messi yang menyandang status pemenang Ballon d'Or. Seharusnya Barca tidak terkalahkan.

Betapa tidak, Barca menyuguhkan gaya bermain indah dengan sebutan tiki-taka. Guardiola benar-benar membentuk era baru dengan gaya sepak bola yang mungkin hanya bisa diimpikan sebagian besar klub lain.

Inter, di sisi lain, merupakan tim pragmatis yang berorientasi pada hasil akhir. Filosofi sepak bola Mourinho benar-benar bertolak belakang dengan Guardiola, meski pada musim pertamanya Mourinho berhasil membawa Inter menjuarai Serie A dan Coppa Italia.

Lalu, keduanya bertemu di semifinal Liga Champions. Barcelona vs Inter atau Guardiola vs Mourinho. Saat itu, mereka mungkin tidak sadar akan menyuguhkan salah satu duel Liga Champions terbaik dalam sejarah.

Di atas kertas Barca sangat kuat, sudah pasti menang, tapi mereka harus menempuh perjalanan jauh ke Milan untuk memainkan leg pertama. Di sana, mereka menghadapi tim yang menyimpan kejutan dan takluk 1-3. Barca unggul lebih dahulu lewat gol Pedro (19), tapi tidak berdaya membiarkan Inter membalas lewat Sneijder (30), Maicon (28), dan Milito (61).

Kekalahan itu diyakini merupakan salah satu pertandingan terbaik di Liga champions. Barca tidak berkutik melawan Inter yang menemukan taktik tampil tangguh di San Siro.

Terlebih, pada 29 April 2010 dini hari WIB, atau tepatnya 10 tahun lalu dari hari ini, Barca tidak bisa menjebol pertahanan Inter yang begitu rapat. Pada akhirnya mereka hanya bisa mencetak satu gol di Camp Nou dan tersingkir dengan cara mengenaskan.

Mourinho pun menegaskan statusnya sebagai The Special One dengan kemenangan tersebut, bukti kegeniusannya. Kini, mengenang kembali momen tersebut, sebenarnya apa yang dilakukan Inter untuk mengalahkan Barca?

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 10 halaman

1. Penjara untuk Messi

Mourinho menurunkan formasi diamond di lini tengah untuk membatasi ruang gerak Barcelona. Gelandang-gelandangnya terus berkomunikasi dengan bek kiri untuk menghentikan ancaman Lionel Messi, yang saat itu lebih sering bermain antara lini.

Singkatnya, Mourinho menciptakan 'penjara' untuk menetralisir Messi. Taktik ini berhasil, bahkan kemudian dicontoh oleh banyak tim lain yang melawan Barca kemudian.

Saat itu, Mou menyanyikan pujian untuk dua gelandangnya, Thiago Motta dan Esteban Cambiasso yang bermental baja.

2 dari 10 halaman

2. Kelemahan Maxwell

Tim Mourinho memberi contoh bagaimana caranya menyulitkan Barcelona. Dia mengeksploitasi Maicon, bek sayap yang cenderung ofensif, serta Samuel Eto'o, yang sering membuat kombinasi dengan Maicon.

Dua pemain ini benar-benar merepotkan pertahanan Barca, khususnya Maxwell. Mourinho dapat dikatakan menilai Maxwell sebagai titik lemah Barca, dan itu terbukti benar.

Dia tahu Maxwell cenderung menyerang dan buruk saat harus kembali ke situasi defensif dengan cepat. Maicon ada untuk memanfaatkan kelemahan ini, dia seringkali lebih cepat dari Maxwell.

3 dari 10 halaman

3. Serangan Balik

Mario Balotelli & Wesley Sneijder (c) AFPMario Balotelli & Wesley Sneijder (c) AFP

Duel di San Siro ini sempat menyulitkan untuk Inter, bagaimanapun mereka melawan tim terbaik di dunia. Barca unggul lebih dahulu lewat Pedro (19), Inter membalas lewat Sneijder (30).

Uniknya, saat itu Mourinho menjamin pertandingan di babak kedua akan berbeda. Dia menegaskan pada para pemain bahwa jika mereka terus menerapkan skema serangan balik, Barca pasti akan kewalahan.

Ucapan Mourinho terbukti, Inter 'hanya' menang 3-1. Hampir semua gol mereka tercipta lewat skema serangan balik.

Guardiola, tentu, mengeluhkan gaya bermain Inter: "Jika kostum Messi ditarik tiga kali, mereka mencetak gol dengan serangan balik, saya tidak bisa melakukan apa pun."

4 dari 10 halaman

4. Berdarah-darah

Selain taktik serangan balik yang tepat, Mourinho pun beruntung punya pemain-pemain yang benar benar memberikan segalanya untuk tim. Skuad Inter benar-benar tampil habis-habisan selama 90 menit.

Mourinho mengatakan bahwa pemainnya rela berdarah-darah untuk mengalahkan Barca. Itu benar, Maicon bahkan kehilangan gigi karena benturan di lapangan.

Kemenangan Inter adalah bukti bahwa taktik saya tidak cukup, perjuangan para pemain juga salah satu elemen penting.

5 dari 10 halaman

5. Barca Tidak Tahu

"Saya tidak tahu bagaimana kami bisa kalah," kata Pedro. "Ini merupakan salah satu hari terburuk saya sebagai pemain Barca."

Pedro mungkin bukan satu-satunya pemain Barca yang merasa demikian. Ya, mereka merupakan tim terkuat yang menjuarai Liga Champions dua musim sebelumnya, seharusnya bisa meraih gelar yang ketiga beruntun.

Namun, di hadapan Inter Milan yang pragmatis, Barca memahami bahwa sepak bola bukan hanya soal umpan-umpan indah. Ada banyak cara untuk menang.

6 dari 10 halaman

Leg Kedua di Camp Nou

Maicon (c) AFPMaicon (c) AFP

Setelah kemenangan 3-1 di leg pertama, Inter melawat ke Camp Nou dengan satu misi: tidak kalah dengan skor besar supaya tetap lolos.

Mourinho tentu mahir melakukannya. Dia tahu betul bagaimana caranya merancang tim dan taktik demi hasil akhir, bukan demi permainan indah.

Inter takluk 0-1 di Camp Nou dengan taktik parkir bus yang dikenal sampai sekarang. Satu-satunya gol Barca lahir lewat aksi Gerard Pique di menit ke-84

7 dari 10 halaman

Pesta Mourinho

Di leg kedua, Inter jelas tidak tertarik meladeni permainan terbuka Barca. Mereka datang dengan modal kemenangan 3-1 di kandang, hanya perlu mempertahankannya -- setidaknya tidak kebobolan terlalu banyak.

Barca benar-benar frustrasi. Lionel Messi tak berkutik, kreativitas Xavi-Iniesta tidak bisa memecah pertahanan berlapis taktik parkir bus ala Mourinho.

Kegagalan itu begitu menyakitkan bagi Barca. Bukan hanya karena mereka gaal mencapai final -- yang seharusnya jadi sensasi sendiri jika berhasil jadi juara di Santiago Bernabeu -- tapi juga karena kegagalan mereka terjadi karena satu orang yang mereka kenal dengan baik, Jose Mourinho.

Begitu wasit meniup peluit panjang, Mourinho sudah berlari sampai setengah lapangan, mengangkat tangannya untuk menunjukkan siapa rajanya. Victor Valdes tidak terima, dia sempat mendekati Mourinho dan memitanya berhenti melakukan selebrasi provokatif. Perseteruan kedua tim pun berlanjut hingga ke ruang ganti.

8 dari 10 halaman

Bukan Sekadar Parkir Bus

Mourinho memang tidak menggunakan cara-cara indah untuk mengalahkan Barca. Dia justru memilih cara sederhana: bertahan mati-matian dan berusaha memanfaatkan serangan balik jika ada.

Pelatih asal Portugal ini tidak keberatan dengan tudingan parkis bus yang digunakan timnya. Alih-alih, Mourinho bahkan menyebut Inter tidak hanya parkir bus pada laga itu, tapi parkir pesawat Airbus A-340, alias benar-benar defensif.

"Kami tidak hanya parkir bus pada hari itu. Kami memarkir A-340 dengan sayap yang terbuka lebar," tegasnya.

Sampai saat ini, kemenangan Inter atas Barca saat itu dikenang sebagai salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah Liga Champions.

9 dari 10 halaman

Statistik Inter vs Barcelona (leg I)

Gol: 3 - 1
Total shots: 9 -10
Shot on target: 5 - 7
Possession: 29% - 71%
Umpan sukses: 66% - 89 %
Dribel sukses: 6- 9
Tekel: 19 -14