Buka Suara Soal Naturalisasi, Bepe: Bukan Hal yang Salah
Richard Andreas | 28 November 2023 02:08
Bola.net - Bambang Pamungkas buka suara ihwal terus maraknya tren naturalisasi pemain yang dilakukan oleh PSSI. Salah seorang legenda sepak bola Indonesia ini menegaskan bahwa naturalisasi pemain bukanlah hal yang salah.
"Bagi saya, naturalisasi bukan hal yang salah," tegas Bepe, sapaan karib Bambang Pamungkas, dalam siniar di kanal Sport77 Official.
"Toh, tidak melanggar aturan. Toh, tiap negara di dunia juga melakukan hal tersebut," sambungnya.
Sebelumnya, PSSI kembali mengumumkan rencana mereka untuk melakukan naturalisasi. Kali ini, yang akan dinaturalisasi adalah pemain depan Fortuna Sittard, Ragnar Oratmangoen.
Selain dukungan, rencana PSSI ini juga mendapat kritikan dari publik. Salah satu pihak yang bersuara keras soal naturalisasi ini adalah Save Our Soccer (SOS), lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia. Mereka menyebut, ketimbang cuma menaturalisasi pemain, PSSI lebih baik fokus terhadap pembinaan usia muda.
"PSSI juga harusnya fokus menjalankan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional.Jangan sampai terkesan produk Inpres 2019 adalah percepatan proses naturalisasi," kata Koordinator SOS, Akmal Marhali, kepada Bola.net, beberapa waktu lalu.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Solusi Jangka Pendek
Namun, Bepe menegaskan bahwa naturalisasi hanya berguna untuk jangka waktu pendek. Karenanya, menurut pria berusia 43 tahun tersebut, harus ada program yang melengkapi naturalisasi tersebut.
"Naturalisasi hanya menyiapkan tim dalam jangka waktu pendek, hanya lima tahun. Lebih dari itu, kita harus menyiapkan agar generasi muda kita agar menjadi pesepak bola yang baik," tegas Bepe.
"Artinya, harus ada balancing di mana naturalisasi dilakukan, tapi pembinaan usia dini juga dijalankan. Masa depan sepak bola itu di situ. Makanya, kalau hanya jangka pendek yang dilakukan itu akan jadi kebutuhan terus-menerus," sambungnya.
Naturalisasi jadi Pelengkap
Bepe menambahkan, naturalisasi seharusnya jadi pelengkap. Sementara, tim yang utama terbentuk dari pembinaan usia muda yang baik.
"Idealnya, adalah kita punya tim yang baik hasil dari pembinaan usia muda yang baik. Dari sana, (tim) dilengkapi dengan yang jangka pendek tadi," tutur Bepe.
"Kalau perpaduan ini seimbang, tim nasional akan bagus," ia menandaskan.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
Jangan lewatkan!
- 2 Kartu Merah Bikin Pelatih Jeonnam Dragons Kecewa dengan Asnawi Mangkualam
- Pada Media Belanda, Rafael Struick Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Timnas Indonesia: Main di Piala Dun
- Arkhan Kaka Dapat Perlakuan Khusus dari Persis Solo Usai Terjun di Piala Dunia U-17 2023
- Bisakah 10 Pemain Luar Negeri Membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 pada Januari-Februari 2024
- Timnas Indonesia TC di Turki 20 Desember 2023 - 6 Januari 2024, PSSI Melobi Klub Luar Negeri untuk L
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Negara yang Bertanding Belum Ada, Tiket Final Piala Dunia U-17 2023 Sudah Sold Out!
Piala Dunia 27 November 2023, 21:11 -
Terekam Jejak Digital, Presiden Persiraja Tidak Patuhi Hukuman Komdis PSSI?
Bola Indonesia 27 November 2023, 18:58
LATEST UPDATE
-
Lautaro Martinez Mundur dari Skuat Argentina Akibat Cedera
Amerika Latin 20 Maret 2025, 05:13 -
9 Insiden yang Merusak Hubungan Juventus dengan Thiago Motta
Liga Italia 20 Maret 2025, 04:58 -
Target Ambisius Erick Thohir: Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Tim Nasional 20 Maret 2025, 03:58 -
MU dan Man City Dihantam Skandal Pemalsuan Usia Pemain Akademi
Liga Inggris 19 Maret 2025, 23:03 -
Hasil Lengkap Pertandingan Swiss Open 2025, 18-23 Maret 2025
Bulu Tangkis 19 Maret 2025, 22:45 -
Jamu Timnas Indonesia, Pelatih Australia Waspadai Pemain Natusalisasi Garuda
Tim Nasional 19 Maret 2025, 21:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Target Alternatif untuk Man Utd Setelah Gagal Rekrut Geovany Quenda
Editorial 19 Maret 2025, 12:40 -
6 Calon Pengganti Thiago Motta di Juventus
Editorial 19 Maret 2025, 11:59 -
Slot & Arteta Berikutnya? 4 Manajer yang Pernah Finis di Atas Pep Guardiola
Editorial 18 Maret 2025, 16:58 -
Deretan Puasa Gelar Terlama di Inggris dan Momen Berakhirnya
Editorial 18 Maret 2025, 15:56