Menebak Apa yang Ada di Benak Southgate: Keputusan Aneh Bikin Inggris Kalah?
Richard Andreas | 12 Juli 2021 06:40
Bola.net - Gareth Southgate harus menjawab sejumlah pertanyaan terkait kegagalan Inggris di final Euro 2020. Ada beberapa keputusan aneh Southgate yang patut dipertanyakan.
Senin (12/7/2021), Inggris harus mengakui ketangguhan Italia di final Euro 2020. Skor 1-1 terkunci selama 120 menit, Inggris takluk 2-3 di babak adu penalti.
Kekalahan ini begitu pahit sebab Inggris sebenarnya sempat unggul 1-0 terlebih dahulu. Fans dan media Inggris juga begitu yakin dengan meramaikan slogan it's coming home.
Fans Inggris lantas beramai-ramai mengkritik Gareth Southgate. Keputusan Southgate di extra time dan babak adu penalti memang mengundang tanda tanya besar.
Pergantian pemain panik?
Keputusan pertama Southgate yang meragukan adalah ketika dia menurunkan Marcus Rashford dan Jadon Sancho di menit ke-120.
Rashford masuk menggantikan Jordan Henderson, yang baru turun di babak kedua, dan Sancho menggantikan Kyle Walker.
Kedua pemain ini hanya beberapa menit menginjak lapangan, mereka bahkan belum panas dan pertandingan sudah berakhir untuk dilanjutkan ke babak adu penalti.
Anehnya, Rashford dan Sancho terpilih sebagai algojo. Jadi Southgate sepertinya sengaja menurunkan dua pemain tersebut untuk jadi eksekutor.
Keputusan itu salah besar. Penalti Rashford dan Sancho gagal tapi mereka tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena baru masuk beberapa menit, belum panas, belum menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan, tapi sudah harus jadi eksekutor penalti.
Penalti kelima diambil pemain muda
Berikutnya, yang tak kalah aneh adalah keputusan Southgate mengizinkan Bukayo Saka jadi eksekutor kelima dalam adu penalti. Sejak awal sejarah adu penalti, penendang keempat dan penendang kelima harus diisi oleh eksekutor terbaik karena beban mental yang luar biasa.
Anehnya, justru Saka yang maju sebagai eksekutor kelima, padahal ada Jack Grealish dan Raheem Sterling yang sudah lebih biasa jadi eksekutor penalti.
Entah bagaimana proses pemilihan eksekutor penalti, biasanya sih para pemain mengajukan diri. Saka mungkin mengajukan diri jadi eksekutor kelima, tapi keputusan tetap ada di tangan Southgate.
Sebagai pelatih, Southgate berhak menolak permintaan Saka dan memilih pemain lain yang lebih berpengalaman. Sayangnya nasih sudah menjadi bubur, keputusan-keputusan aneh Southgate menjelang akhir pertandingan harus dibayar mahal.
Enrique saja tahu caranya bertindak
Saka bakal bangkit kok
Jadi sasaran pelecehan rasial
Rashford dan Sancho tertekan?
Kritikan Keane
Lindungi ketiganya!
Tiga singa!
Dukung terus
Pujian untuk ketiga pemain
Dukungan untuk Saka!
Southgate lindungi pemain?
Ada masalah seleksi pemain Southgate sih
Berkat Southgate juga Saka jadi seperti ini
Saka si Superboy!
Sumber: Bola, Twitter
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Final Euro 2020 Italia vs Inggris, Ini Prediksi Khabib Nurmagomedov
Piala Eropa 11 Juli 2021, 22:34 -
Catat! Harry Kane Diklaim Pasti Bobol Gawang Italia di Final Euro 2020
Piala Eropa 11 Juli 2021, 21:55
LATEST UPDATE
-
Uji Coba Lawan Afghanistan, Thailand Menang Mudah
Asia 21 Maret 2025, 23:58 -
Bocoran Eks Striker MU: Sir Alex Ferguson Kembali Melatih Akhir Pekan ini!
Liga Inggris 21 Maret 2025, 23:55 -
Thomas Tuchel Coret 3 Pemain Jelang Laga Inggris vs Albania, Siapa Saja?
Piala Eropa 21 Maret 2025, 23:04 -
5 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Meledak Saat Menghadapi Bahrain
Tim Nasional 21 Maret 2025, 22:01 -
Manchester United Lagi Proses Transfer Striker Tajam Ligue 1 Ini
Liga Inggris 21 Maret 2025, 21:52
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain dengan Harga Lebih Mahal dari Kylian Mbappe di 2025
Editorial 21 Maret 2025, 08:42 -
Di Mana Mereka Sekarang? 7 Pemain yang Dilepas Barcelona pada 2015
Editorial 21 Maret 2025, 07:23 -
Di Mana Mereka Sekarang? 5 Gelandang Terbaik Dunia 2017 Versi Xavi
Editorial 21 Maret 2025, 07:12 -
Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Dilepas Real Madrid pada 2015
Editorial 20 Maret 2025, 10:39