Podium di Styria Bikin Fabio Quartararo Kian Unggul di Klasemen

Anindhya Danartikanya | 9 Agustus 2021 11:30
Podium di Styria Bikin Fabio Quartararo Kian Unggul di Klasemen
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) AP Photo

Bola.net - Yamaha memang belum bisa mematahkan status Red Bull Ring sebagai sirkuit kekuasaan Ducati, namun Fabio Quartararo sangat senang bisa finis ketiga dan naik podium dalam MotoGP Styria pada Minggu (8/8/2021), apalagi ketika melihat para rival terdekatnya dalam perburuan gelar dunia keok dalam balapan kali ini.

Start ketiga, Quartararo menjalani start kurang baik hingga melorot ke posisi 5 pada lap pembuka, tertinggal dari Pecco Bagnaia dan Jorge Martin, serta tersalip Joan Mir dan Marc Marquez. Namun, balapan dihentikan pada Lap 3 usai motor KTM Dani Pedrosa meledak di Tikungan 3 akibat tertabrak rider Aprilia, Lorenzo Savadori.

Advertisement

Balapan pun diulang sepenuhnya, dengan durasi 27 lap, satu lap lebih sedikit dari durasi asli. Start ketiga lagi, El Diablo tersalip Jack Miller dan Mir, serta tertinggal dari Martin. Pada Lap 7, Quartararo akhirnya bisa mengambil alih posisi ketiga dari Miller. Sayangnya, saat itu Martin dan Mir sudah jauh dengan margin 1,5 detik darinya.

1 dari 2 halaman

Akui Kelemahan di Red Bull Ring

Akui Kelemahan di Red Bull Ring

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP

Quartararo pun mengakui dirinya kehilangan banyak waktu ketika harus membuntuti Miller, namun juga mengakui bahwa Red Bull Ring memang bukan trek yang cocok untuk Yamaha. Alhasil, finis ketiga baginya bukanlah hasil buruk, dan ini adalah ulangan hasilnya pada 2019 lalu.

"Ini balapan yang berat, karena saya di belakang Jack, ia melakukan kesalahan kecil di Tikungan 1, dan itu satu-satunya cara saya tetap di belakangnya di trek lurus. Saya tahu saya kesulitan di Tikungan 3 sepanjang pekan balap, namun kemarin dan hari ini saya cukup kuat," ujar rider Monster Energy Yamaha ini via Crash.net.

Menurut Quartararo, performanya juga lumayan apik karena ia bisa melawan Marquez yang biasa kuat di trek ini, sekaligus Miller yang mengendarai Ducati. "Pada balapan pertama, saya bisa menyalip Marc, lalu menyalip Jack (pada balapan kedua), dan kami menjalani duel yang menyenangkan," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Unggul 40 Poin

Quartararo pun tak merasa kecewa-kecewa amat tak bisa ikut bertarung dengan Martin dan Mir, karena finis ketiga adalah hasil optimal yang bisa ia raih. Ia juga merasa lega karena Johann Zarco hanya finis keenam, Pecco Bagnaia hanya finis kesebelas, dan Miller gagal finis usai terjatuh saat nyaris menempelnya pada Lap 18.

Dengan buruknya hasil ketiga rider Ducati ini, Quartararo semakin tak terjamah di puncak klasemen pembalap MotoGP. Dengan koleksi 172 poin, kini ia unggul 40 poin dari Zarco, sementara Bagnaia dan Miller duduk di peringkat keempat (114) dan kelima (100), ketika Mir naik ke peringkat ketiga dengan 121 poin.

"Kami memang tertinggal dari rider terdepan, namun saya tak bisa lebih baik dari ini. Saya tak bisa menempel Joan dan Jorge, jadi saya sangat puas bisa naik podium. Kami tahu area mana yang harus kami perbaiki, jadi saya cukup senang. Kami bekerja dengan baik," pungkas Quartararo, yang akan kembali tampil di Red Bull Ring dalam MotoGP Austria, 13-15 Agustus.

Sumber: Crashnet