Dari Takhayul sampai Paksaan: Kisah di Balik Pilihan Nomor Para Pembalap Formula 1
Anindhya Danartikanya | 10 Februari 2023 11:46
Bola.net - Bagi seorang atlet dalam berbagai ajang olahraga, nomor menjadi hal yang sangat sakral untuk dipilih, tak terkecuali di Formula 1. Dari 20 pembalap yang bakal bertarung pada musim 2023, ada banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan mereka dalam memilih nomor balap.
F1 diketahui baru mengizinkan para pembalap untuk memilih nomornya sendiri pada 2014. Sebelumnya, mereka mendapatkan nomor balap berdasarkan peringkatnya di klasemen pada musim sebelumnya. Kini, mereka bisa memilih nomor yang sesuai dengan kepribadian mereka.
Seperti halnya MotoGP, nomor balap di F1 juga memengaruhi sisi ekonomi pembalap, karena nomor balap berperan penting dalam desain merchandise yang dijual kepada fans. Nomor balap mereka bisa dipilih berdasarkan sejarah, angka favorit, atau nomor dari atlet-atlet idola.
Pada Rabu (8/2/2023), Formula1.com pun merilis kisah-kisah di balik keputusan para pembalap dalam memilih nomor mobil mereka. Simak ceritanya berikut ini yuk, Bolaneters!
Oracle Red Bull Racing
Max Verstappen #1/#33: Sebelum menjadi juara dunia pada 2021 dan 2022, Max Verstappen selalu balapan menggunakan nomor 33 di F1. Ia tadinya menginginkan nomor 3, tetapi sudah dipakai oleh Daniel Ricciardo. Ia pun memilih nomor 33 untuk keberuntungan yang dua kali lipat lebih besar. Namun, sejak jadi juara dunia, Verstappen memakai nomor 1.
Sergio Perez #11: Sergio Perez memilih menggunakan nomor 11 sebagai nomor balapnya karena ia mengidolakan mantan pesepak bola asal Chile, Ivan Zamorano, yang menggunakan nomor tersebut sebagai nomor punggungnya pada musim terakhir membela tim sepak bola favorit Perez, Club America.
Scuderia Ferrari
Charles Leclerc #16: Nomor 16 ternyata bukan nomor yang diinginkan Leclerc. Ia ternyata 'terpaksa' memakainya. Ia tadinya menginginkan nomor 7, tetapi sudah dipakai oleh Kimi Raikkonen. Ia juga ingin pakai nomor 10, tetapi sudah dipakai Pierre Gasly. Ia akhirnya memilih nomor 16 karena 1 + 6 = 7 dan karena 16 merupakan tanggal lahirnya.
Carlos Sainz jr #55: Sejak menjalani karier di Formula 1, Sainz selalu menginginkan nomor 5. Namun, nomor tersebut sudah dipakai terlebih dahulu oleh Sebastian Vettel. Alhasil, pembalap Spanyol tersebut memilih 55 sebagai nomor balapnya. Ia mengaku 55 mirip dengan 'S5' yakni 'S' untuk Sainz, sedangkan 5 untuk nomor favoritnya.
Mercedes AMG Petronas
Lewis Hamilton #44: Sejak para pembalap F1 diizinkan memilih nomor balapnya sendiri-sendiri pada 2014, Hamilton langsung memakai nomor 44 dan tak pernah mengubahnya sekalipun meski berkali-kali jadi juara dunia. Ia mengaku nomor ini dipilih oleh ayahnya sejak masa-masa berkarier di gokart, karena mobil ayah Hamilton kala itu berplat nomor F44.
George Russell #63: Russell memilih nomor balap 63 berdasarkan alasan keluarga. Ia mengaku bahwa nomor tersebut tadinya nomor balap sang kakak di arena gokart dan selalu memakai nomor itu. Alhasil, Russell meneruskan pemakaian nomor itu ketika balapan di F1.
Alpine F1 Team
Esteban Ocon #31: Alasan Ocon memilih nomor 31 sebagai nomor balapnya di F1 ternyata sederhana saja. Ia sukses menjuarai ajang gokart nasional di Prancis pada 2007 dengan memakai nomor itu. Menurutnya, musim itu tetap menjadi musim terbaiknya sampai saat ini, sehingga bertekad memakai nomor 31 sampai akhir kariernya.
Pierre Gasly #10: Nomor 10 ternyata sudah jadi nomor yang dipakai Gasly sejak masih turun di ajang-ajang gokart junior dan saat menjuarai Formula Renault Eropa. Ia memilih memakainya lagi di F1, sekaligus sebagai tribut untuk para pesepak bola dunia yang memakai nomor 10 sebagai nomor punggungnya, salah satunya Zinedine Zidane.
McLaren F1 Team
Lando Norris #4: Norris sejatinya ingin menggunakan nomor 11 atau 31 saat menjalani debut di F1, karena itulah yang ia pakai di Formula Renault, Formula 3, dan Formula 4. Namun, keduanya sudah dipakai oleh Perez dan Ocon. Akhirnya, ia memilih nomor 4 karena cocok dengan logo pada helmnya.
Oscar Piastri #81: Piastri yang musim ini berstatus debutan, mengaku memilih nomor 81 karena nomor itu ia pakai saat masih berlaga di arena gokart. Awalnya, ia memakai nomor 11, tetapi kemudian memilih mengganti angka depannya menjadi 8. Ia mengaku tak tahu inspirasi apa yang mendorongnya mengubah nomor tersebut.
Alfa Romeo Racing ORLEN
Valtteri Bottas #77: Seperti Leclerc, Bottas sejatinya ingin memakai nomor 7, tetapi nomor tersebut sudah terlebih dahulu dipakai Raikkonen. Ia pun kemudian menyadari bahwa dua lebih baik ketimbang satu, sehingga ia memilih nomor 77. Nomor 77 juga diakuinya bisa cocok untuk mengganti huruf 'T' pada namanya, meski tak pernah menggunakan ide itu sebagai gagasan desain logonya.
Zhou Guanyu #24: Tak ada alasan superstisi yang mendasari Guanyu untuk memilih nomor 24 sebagai nomor balapnya di F1. Namun, ia mengaku memilih nomor 24 karena ia mengidolakan mendiang legenda NBA, Koby Bryant. Pembalap asal China ini mengaku sangat terkesan pada kerja keras Bryant untuk menjadi pebasket terbaik di dunia.
Aston Martin Aramco Cognizant
Fernando Alonso #14: Alonso memilih nomor 14 sebagai nomor balapnya karena faktor keberuntungan dan superstisi. "Saat saya berusia 14 tahun, pada 14 Juli, dan gokart nomor 14, saya menjadi juara dunia. Sejak itu, saya tak ragu bahwa 14 adalah nomor saya," ujarnya.
Lance Stroll #18: Sama seperti Alonso, Stroll juga yakin nomor 18 memberinya keberuntungan. "Nomor ini sangat berarti bagi saya, ada banyak sejarah dengan nomor 18. Saya menjuarai Formula 3 dan Formula 4. Saya agak percaya takhayul, meski tidak terlalu. Namun, hal-hal kecil seperti ini penting bagi saya. Jadi, saya tetapi pakai nomor itu sejak itu dan saya tak mau mengubahnya."
Scuderia AlphaTauri
Nyck de Vries #21: De Vries tadinya memakai nomor 45 saat menggebrak dalam balapannya bersama Williams sebagai pengganti Alex Albon di GP Italia 2022, tetapi ia akhirnya memilih nomor 21. Ia juga memakai nomor 17 di Formula E, tetapi nomor itu tak bisa dipakai pembalap Belanda berdarah Malang ini, karena telah dipensiunkan sebagai penghormatan untuk mendiang Jules Bianchi.
Yuki Tsunoda #22: Tsunoda sejatinya ingin memakai nomor 11 sebagai nomor balapnya di F1. Namun, nomor itu sudah telanjur dipakai oleh Perez. Alhasil, pembalap Jepang ini memutuskan melipatgandakan nomor tersebut menjadi 22, yakni nomor yang dulunya dipakai juara dunia F1 2009, Jenson Button.
MoneyGram Haas F1 Team
Kevin Magnussen #20: Magnussen memakai nomor 20 di F1 dengan alasan yang sederhana, yakni karena ia memakai nomor tersebut ketika menjuarai Formula Renault 3.5 pada 2013, setahun sebelum ia meraih podium dalam balapan perdananya di F1 bersama McLaren pada 2014.
Nico Hulkenberg #27: Sempat vakum dari F1, Hulkenberg kembali balapan musim ini dan memutuskan tetap pakai nomor 27. Kabarnya, pembalap asal Jerman ini memilih nomor 27 karena itu merupakan hasil penjumlahan dari angka 19 dan 8, mengingat ia lahir pada 19 Agustus 1987.
Williams Racing
Alex Albon #23: Nomor 23 sangat dikenal luas dipakai oleh Michael Jordan dan LeBron James sebagai nomor punggung di NBA. Namun, Alex Albon merupakan fans berat Valentino Rossi yang identik dengan nomor 46. Namun, Albon yakin dirinya tak bisa menggantikan legenda MotoGP itu, sehingga memilih memakai setengah dari 46, yakni 23.
Logan Sargeant #2: Pembalap debutan dari Amerika Serikat ini diketahui memakai nomor 6 saat masih berlaga di Formula 2. Namun, ia memilih memakai nomor 2 ketika berlaga di F1. "Saya biasa pakai nomor 2 di Formula Renault, dan saya menjalani musim yang baik kala itu. Nomor saya sejatinya nomor 3, tetapi sudah dipakai Daniel Ricciardo. Jadi, saya pikir, mengapa tak pakai nomor pemenang dari masa lalu?" kisah Sargeant.
Baca juga:
- Pertama Kali Usai 4 Tahun, Marc Marquez Happy Jalani Pramusim Tanpa Cedera
- 'Punya Pecco Bagnaia-Enea Bastianini, Ducati Bikin Tim MotoGP Lainnya Iri'
- Marc Marquez: Valentino Rossi Sengaja Bikin Saya Jatuh di MotoGP Sepang 2015
- Tes Pramusim MotoGP 2023 Sudah Dekat: Apa Saja yang Harus Dijajal Para Rider?
- VR46 Turunkan 3 Tim, Inilah Daftar Pembalapnya di MotoGP dan Moto2 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Max Verstappen: Lewis Hamilton Salah Satu Pembalap Terhebat dalam Sejarah Formula 1
Otomotif 7 Februari 2023, 10:28 -
Ford Resmi Comeback ke Formula 1 pada 2026 Bareng Red Bull Racing
Otomotif 5 Februari 2023, 21:35 -
Pensiun dari Formula 1, Sebastian Vettel Ancang-Ancang Beralih ke Reli
Otomotif 19 Januari 2023, 09:59 -
Tak Temukan Pengganti China, Formula 1 2023 Resmi Hanya Gelar 23 Seri
Otomotif 18 Januari 2023, 09:43 -
Red Bull Racing Bakal Luncurkan Skuad Formula 1 2023 di New York
Otomotif 16 Januari 2023, 11:03
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Italia vs Jerman - Perempat Final UEFA Nations League
Piala Eropa 21 Maret 2025, 01:25 -
Banding Ditolak, Laga Barcelona vs Osasuna Tetap Digelar Pekan Depan
Liga Spanyol 21 Maret 2025, 01:18 -
Diinginkan MU dan Liverpool, Juventus Bersedia Lepas Kenan Yildiz?
Liga Italia 21 Maret 2025, 01:01 -
Gak Jadi Beli, Real Betis Mau Pinjam Antony Lagi dari MU!
Liga Spanyol 21 Maret 2025, 00:52 -
Analisa Coach RD: Indonesia Kena Jebak Australia
Tim Nasional 21 Maret 2025, 00:41 -
Waduh, Thiago Motta Terancam Dipecat Juventus?
Liga Italia 21 Maret 2025, 00:40 -
Pemerintah Inggris Resmi Dukung Rencana MU Bangun Stadion Baru
Liga Inggris 20 Maret 2025, 23:49
LATEST EDITORIAL
-
Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Dilepas Real Madrid pada 2015
Editorial 20 Maret 2025, 10:39 -
5 Target Alternatif untuk Man Utd Setelah Gagal Rekrut Geovany Quenda
Editorial 19 Maret 2025, 12:40