Bedah Kekuatan Tim 8 Besar Piala Presiden

Editor Bolanet | 18 September 2015 18:16
Bedah Kekuatan Tim 8 Besar Piala Presiden
Piala Presiden (c) Mahaka
- Setelah merampungkan laga di babak penyisihan grup, turnamen Piala Presiden akan segera memasuki babak delapan besar pada akhir pekan nanti. Delapan tim yang lolos ini akan berjuang, berjibaku, berpeluh keringat untuk menjadi yang terbaik.

Semua tim memiliki ambisi yang sama. Menjadi juara. Seolah mudah tapi tidak sederhana. Jalan terjal harus mereka tempuh. Karena sejatinya semua tim memiliki persebaran kekuatan yang berimbang. Mereka memiliki peluang yang sama besarnya.

Sebagai sebuah gambaran, redaksi Bola.net telah berupaya untuk menghadirkan peta kekuatan tiap tim yang akan turun panggung pada babak delapan besar ini. Selamat menikmati. [initial]

  (bola/asa)
1 dari 8 halaman

Persebaya United

Persebaya United

Persebaya United memiliki materi pemain yang sangat baik. Ditambah beberapa pemain sarat pengalaman seperti Siwanto dan Otavio Dutra, talenta eks pemain timnas U-23 dan timnas U-19 mampu memberikan penampilan yang menjanjikan.

Apresiasi patut diberikan pada pelatih Ibnu Graham yang berhasil meracik strategi dengan tepat. Dengan strategi yang tepat pemain muda Persebaya bisa tampil layaknya pemain yang sudah sarat dengan pengalaman.

Kelebihan

Pedro Javier Velasquez membuat lini depan lini depan Persebaya United menjadi tajam. Eks Persegres ini langsung nyetel dengan permainan Evan Dimas dan kolega. Empat gol dicetaknya pada laga kontra Martapura FC di babak grup.

Selain itu, dukungan penuh dari jajaran manajemen yang dikomandoi oleh Gede Widiade juga punya peran vital. Gede sangat lihai memotivasi pemainnya dengan ganjaran bonus yang sudah ia siapkan.

Kekurangan

Sebelum masuknya Pedro Javier, lini depan bisa disebut sebagai salah satu titik lemah Persebaya. Nah, ini akan menjadi masalah jika Pedro absen atau mendapatkan pengawalan yang super ketat dari lawannya. Ibnu Graham mesti segera menemukan formula yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Susunan Pemain Ideal

Persebaya United (4-2-3-1): Pitoy (gk); Putu Gede, Munhar, Dutra, Faturahman; Asep Berlian, Zulfiandi; Siswanto, Evan Dimas, Ilham Udin; Pedro Javier.

Pelatih: Ibnu Graham
2 dari 8 halaman

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC

Seperti yang sudah diprediksikan, Sriwijaya FC akan melenggang ke babak delapan besar menemani Arema Cronus. Sriwijaya dengan materi pemain yang mereka miliki merupakan salah satu tim unggulan.

Apalagi mereka masih dibesut oleh pelatih sarat pengalaman seperti Benny Dollo. Bersama pelatih yang pernah membesut timnas ini, Sriwijaya tampil sangat baik. Kolektivitas adalah senjata andalan racikan Bendol.

Dengan modal tersebut, maka Laskar Wong Kito tidak bisa dianggap remeh oleh calon lawannya di babak delapan besar nanti, Persebaya United.

Kelebihan

Selama babak penyisihan grup, Sriwijaya mampu memberikan tekanan pada lawan mereka dengan memanfaatkan kecepatan tiga gelandang serang mereka, Anis Nabar, Titus Bonai dan Syakir Sulaiman.

Selain cepat, mereka juga pandai membawa bola masuk ke kotak penalti lawan. Permainan mereka ditunjang dengan keberadaan Asri Akbar dan Saiful Indra Cahya yang piawai memberikan umpan bola lambung.

Kekurangan

Dalam laga kontra Arema di babak penyisihan grup, Sriwijaya harus kebobolan tiga gol. Ini menunjukkan bahwa koordinasi mereka di lini belakang belum berjalan dengan baik. Komunikasi yang terjalin antara barisan bek dengan penjaga gawang Dian Agus belum optimal. Beberapa kesalahan koordinasi masih kerap terjadi pada laga ini.

Susunan Pemain Ideal

Sriwijaya FC (4-2-31): Dian Agus (gk); Saiful Indra, A Maiga, Fachrudin, Wildansyah; Asri Akbar, Yoo Hyun Koo; Anis Nabar, Syakir Sulaiman, Tibo; Wanggai.

Pelatih: Benny Dollo
3 dari 8 halaman

Mitra Kukar

Mitra Kukar

Kedatangan Jafri Sastra sebagai pelatih, yang kemudian disusul dengan beberapa rombongan pemain Semen Padang membuat kekuatan Mitra Kukar tak bisa dipandang sebelah mata di Piala Presiden ini.

Eka Ramdani, Hendra Bayauw, dan Airlangga Sucipto langsung memberikan dampak bagi penampilan Zulkifli Syukur dkk. Mereka juga langsung nyetel dengan permainan rekan-rekan barunya.

Gabungan pemain lama dan gerbong Semen Padang ini yang membuat Naga Mekes sulit dikalahkan di fase grup. Bahkan oleh tim tuan rumah, Bali United, sekalipun.

Kelebihan

Kehadiran OK John membuat lini belakang Mitra Kukar sangat kokoh dan sulit ditembus. Pemain belakang yang pernah memperkuat Persebaya ini jelas sudah punya reputasi sebagai pemain tangguh di sepakbola Indonesia.

Selain itu, tugas OK John juga ditunjang oleh gelandang bertahan yang cukup bagus di lini tengah dengan kehadiran Rizky Pellu dan Fajar Handika.

Kekurangan

Lini depan adalah kekurangan Mintra Kurar sepanjang babak grup. Mereka tidak memiliki penyerang yang cukup tajam. Keberadaan Guy Junior dan Raul Sciucatti tidak memberikan efek signifikan. Namun, Jafri Sastra masih bisa berharap pada winger mereka seperti Septian David, Hendra Bayauw, dan Yogi Rahadian.

Susunan Pemain Ideal

Mitra Kukar (4-3-3): Rivki (gk); Zulkfli, OK John, Saepullah, Andul Gamal; Handika, Rizky Pellu, Eka Ramdani; Bayauw, Yogi Rahadian, Rahmad Afandi.

Pelatih: Jafri Sastra
4 dari 8 halaman

Arema Cronus

Arema Cronus

Arema Cronus boleh dibilang sebagai salah satu kandidat juara. Materi pemain mereka cukup menjanjikan. Deretan bintang mereka kantongi. Pemain mereka juga sarat dengan pengalaman. Hal ini semakin lengkap dengan rentetan hasil positif yang mereka raih sebelumnya.

Singo Edan selalu tampil sebagai juara dalam setiap turnamen yang mereka ikuti sebelum gelaran turnamen ini. Ini masih ditambah dengan fakta bahwa di kala tim lain sudah membubarkan diri atau meliburkan pemainnya, Arema tetap berlatih.

Faktor inilah yang membuat Arema layak diapungkan sebagai kandidat kuat juara.

Kelebihan

Kolektivitas tim ini cukup bagus. Cristian Gonzalez dan kolega memiliki kekompakan yang sudah tidak diragukan lagi. Hampir dalam jangka tiga tahun terakhir Arema tidak melakukan banyak perombakan pemain.

Selain itu, Arema juga memiliki pilihan pemain yang banyak dengan kualitas yang merata. Joko Susilo tidak akan kesulitan jika seorang pemainnya cedera atau berhalangan tampil. Pelatih Arema ini masih punya banyak pilihan.

Contohnya, saat Ahmad Bustomi dipastikan absen karena menunaikan ibadah haji, mereka tidak panik. Mereka ,masih punya sederet nama seperti I Gede Sukadana, Hendro Siswanto, dan Feri Aman Saragih untuk menggantikan posisi Bustomi.

Kelemahan

Arema selama ini dinilai kerap lemah dalam hal kosentrasi. Mereka sering kehilangan fokus pada menit akhir pertandingan. Apalagi jika dalam posisi unggul. Tak jarang mereka harus rela melihat gawang mereka bobol pada menit akhir.

Selain itu, Joko Susilo juga harus berpikir ekstra keras untuk menemukan strategi jika melawan klub yang memakai strategi parkir bus. Sejauh ini lini depan Arema seolah buntu dan minim kreasi jika melawan tim yang bertahan total.

Susunan Pemain Ideal

Arema Cronus (4-3-3) : Kurnia Meiga (gk); Hasyim Kipuw, Purwaka, Fabiano, Alfarizie; Sukadana, Juan Revi, Lancine Kone; Arif Suyono, Cristian Gonzalez, Samsul Arif.

Pelatih: Joko Susilo
5 dari 8 halaman

Bali United

Bali United

Bali United seperti yang sudah diprediksi akan melenggang ke babak delapan besar. Kendati diperkuat sebagian besar materi pemain muda, Bali United mampu menampilkan permainan yang cukup apik.

Kombinasi bola pendek dan pergerakan pemain yang begitu cair membuat anak asuh Indra Sjafri susah untuk dihentikan. Ini membuat mereka selalu unggul dalam penguasaan bola atas lawannya. Mereka selalu tampil dominan.

Pola serangan mereka sangat bervariasi, bisa dari tengah, tusukan dari sayap hingga sepakan jarak jauh. Fadil Sausu dan kolega juga tidak terlalu terburu-buru dalam merancang serangan. Mereka jarang memilih jalan dengan bola lambung.

Kelebihan

Diperkuat oleh tenaga muda membuat Serdadu Tridatu seolah tidak pernah kehabisan tenaga. Mereka dengan telaten akan membongkar pertahanan lawan dengan penuh determinasi. Ini juga ditunjang dengan kualitas pemain yang merata.

Bali United juga tidak mengandalkan penyerang sebagai sumber gol. Lerby Elyandri, penyerang mereka kadang hanya menjadi pemantul bagi gelandang tajam macam Sultan Samma, Bayu Gatra dan Nyoman Sukarja.

Kekuarangan

Pada laga kontra Mitra Kukar, pemain Bali United terlihat kuwalahan menghadapi pressing ketat yang diterapkan oleh lawannya. Mereka juga kesulitan mengembangkan permainan karena Mitra Kukar menekan sejak para pemain Bali United menguasai bola di daerah mereka.

Selain itu, lini belakang boleh dibilang masih menjadi titik lemah bagi United. Absennya kiper sekelas Yo Jae Hoon tentu membuat tugas Bobby Satria dan kolega untuk mengawal lini pertahanan menjadi lebih rumit lagi.

Susunan Pemain Ideal

Bali United: Komang (Gk), Saiful, Bobby Satria, Wahyu Kistanto, Ricky Fajrin; Fadil Sausu, Hendra Sandi, Sandi Suta; Bayu Gatra, Lerby, Sultan Samma.

Pelatih: Indra Sjafri
6 dari 8 halaman

Pusamania Borneo FC

Pusamania Borneo FC

Meskipun tergolong klub baru, Pusamania Borneob FC tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah sepakbola Indonesia. Mereka langsung menjelma sebagai salah satu kekuatan baru di sepakbola Indonesia.

Disokong oleh pengusaha muda yang gila bola, Nabil Husein, PBFC seolah ingin menunjukkan taji mereka di Piala Presiden ini. Selain mempertahankan materi pemain mereka seperti sedia kala, PBFC juga melakukan rekrutmen penting.

Beberapa pemain yang menjadi pilar Persipura seperti Boaz Salosa dan Feri Pahabol diangkut oleh klub berjuluk Pesut Etam. Begitu juga dengan Jajang Mulyana dan Diego Michels. Ini tentu akan membuat kans mereka untuk tampil sebagai juara tidak bisa disepelekan.

Kelebihan

Kehadiran pemain-pemain dengan karakter cepat di lini serang mereka membuat PBFC patut diwaspadai oleh lawannya. Tak hanya cepat, pemain seperti Boaz, Pahabol dan Terens Puhiri juga punya skil oleh bola yang mumpuni.

Kehadiran mereka semakin lengkap kerena PBFC memiliki pengatur serangan yang jempolan seperti Srdan Lopicic.

Kekurangan

Keberadaa Srdan Lopicic bagi dua sisi mata pisau di PBFC. Satu sisi menjadi senjata untuk melumpuhkan lawan, dan satu sisi justru menjadi titik lemah. Jika lawan mampu mematikan peran Lopicic maka suplay bola ke barisan penyerang akan berkurang drastis.

Susunan Pemain Ideal

PBFC (4-2-3-1): Galih Sudaryono (gk); Triasdi, Rahmat Latief, Hamka Hamzah, Diego Michels; Ponaryo, A Tolle; Boaz, Lopicic, Terens Puhiri; Jajang Mulyana.

Pelatih: Iwan Setiawan
7 dari 8 halaman

PSM Makassar

PSM Makassar

Sepanjang laga di babak penyisihan grup, PSM Makassar tampil sangat heroik. Mereka tampil dengan permainan khas mereka, keras dan tak kenal takut. Keras dalam hal ini tidak selalu bisa diartikan bermain kasar.

Di bawah komando Syamsul Chairudin di lini tengah, PSM selalu menguasai laga. Apalagi jika mereka bermain di kandang sendiri. Di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin.

Dan, yang patut diwaspadai oleh para lawannya, PSM tengah termotivasi untuk memburu kado guna menyambut ulang tahun ke-100 mereka. Piala Presiden adalah targetnya.

Kelebihan

Diperkuat oleh sebagian besar pemain berdarah Makassar membuat PSM tampil dengan penuh tenaga. Inilah yang selalu terlihat dalam permainan mereka. Syamsul Chaerudin, Aditya Putra Dewa, Kurniawan Karman dan Rasyid Bakri adalah beberapa putra daerah yang membela PSM.

Salah satu kelebihan lain menonjol dalam permainan PSM di babak grup adalah kemampuan mereka memanfaatkan situasi bola mati. PSM tak jarang mampu mencetak gol dalam situasi bola mati lewat aksi Ferdinand Sinaga dan Aditya Putra Dewa.

Kekurangan

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa PSM mampu tampil apik karena bermain di kandang pada babak penyisihan grup. Nah, ini adalah kesempatan mereka untuk menghapus keraguan tersebut. PSM harus bisa membuktikan tetap bisa bermain apik saat melawat ke kandang Mitra Kukar.

Susunan Pemain Ideal

PSM (4-4-2): Dimas Galih (gk); H. Wijaya, Iqbal Samad, Satrio Syam, Agung P; Rasyid Bakri, Ardan Aras, Adritya Dewa, Syamsul; M Rahmat, Ferdinand Sinaga.

Pelatih: A Razak
8 dari 8 halaman

Persib Bandung

Persib Bandung

Sebagian besar materi pemain Persib Bandung adalah mereka yang ikut mengantar Persib juara di Indonesia Super League 2014. Ini membuat Maung Bandung masuk dalam kategori unggulan untuk juara. Kekompakan, komunikasi dan pemahaman pergerakan antar pemain sudah terbentuk.

Disaat beberapa klub kehilangan pemain asing mereka, Persib masih bisa diperkuat oleh Vladimir Vujovic dan Makan Konate, dua pilar penting mereka musim lalu.

Kelebihan

Masuknya Zulham Zamrun dan Ilija Spasojevic memberikan dimensi baru bagi permainan Persib Bandung. Serangan mereka menjadi lebih sulit ditebak.

Selain itu, lini tengah yang dikomandoi oleh Firman Utina juga terlihat begitu kompak. Hariono dan Taufik berbagi tugas menghalau serangan, sementara Firman dan Dedi Kusnandar adalah penentu dari mana arah serangan mereka akan dimulai.

Kekurangan

Tampil perkasa sepanjang babak grup tak lantas membuat Persib bermain tanpa cacat. Mereka juga masih harus mengevaluasi beberapa lini permainan mereka. Lini depan seolah memang sudah bagus jika dilihat dari catatan gol. Namun, secara keseluruhan para penyerang Persib masih sering membuang peluang.

Pertahanan mungkin menjadi masalah bagi Persib. Kegemaran dua bek sayap mereka maju ke depan bisa menimbulkan masalah. Melihat lawan yang akan dihadapi, PBFC, Persib harus waspada pada posisi ini karena PBFC punya pemain seperti Boaz Salosa dan Terens Puhiri yang memiliki kecepatan di sektor sayap.

Susunan Pemain Ideal

Persib Bandung (4-2-3-1): Made Wirawan (Gk); Supardi, Vujovic, Jufrianto, Tony; Hariono, Taufik; Zulham, Konate, Atep; Spasojevic.

Pelatih: Jajang Nurjaman