
Bola.net - -
Oleh: Zulfikar Aleksandri
Welcome to Manchester Derby Ketika Manchester United dengan Peter Schmeichel, David Beckham, serta dua pencetak gol ajaib Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer merayakan kemenangan paling dramatis di final Liga Champions 1998 atas Bayern Munich sekaligus memastikan gelar treble winners -yang membuat Alex Ferguson mendapat anugerah gelar Sir dari kerajaan Inggris- Manchester City masih berkubang di League One alias kasta ketiga Liga Inggris. Satu dekade kemudian, keadaan berubah. Manchester City dengan kucuran mega dana dari Timur Tengah menjelma menjadi kekuatan baru Premiership. Memang, belum ada gelar prestisius yang mereka raih, tapi datangnya yang disusul Carlos Tevez, Joleon Lescott, hingga duo Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor menunjukkan ambisi besar The Citizens yang sudah dibangun sejak kedatangan Thaksin Sinawatra tiga tahun lalu. Laga dua klub kota Manchester di Old Trafford, 20 September 2009, akan menjadi derby Manchester paling ditunggu dalam 35 tahun terakhir. Pada musim 1973/74, United menjamu City ketika butuh tiga poin untuk selamat dari degradasi. City menang 1-0 berkat gol back heel Denis Law yang ironisnya dilepas United pada awal musim dengan free transfer. Setelah mencetak gol, Law merayakannya dengan mundur ke belakang menuju lingkaran tengah lapangan, sebuah gol dari salah satu pemain terbaik United yang mengirim Setan Merah ke kasta kedua Liga Inggris. Sejak saat itu, kedua klub telah bertemu lebih dari 50 kali di berbagai kompetisi. Meski City pernah menang 5-1 di Maine Road tahun 1989, namun sejak akhir 80an United selalu mengejar -dan meraih- trofi juara, sedangkan City terseok-seok di papan bawah dan degradasi Divisi Satu dan Divisi Dua. Setidaknya hingga Minggu, 20 September 2009. Bila tanpa kesalahan City menang di Old Trafford, landscape sepak bola di Manchester dan Inggris akan berubah. Memang, tidak ada trofi juara yang diperebutkan di bulan September, musim kompetisi pun masih panjang. Tapi bila tim tamu menang, akan menegaskan City "benar-benar telah datang" dan menjadi pemain serius di perebutan gelar juara musim ini. Adu komentar dan psy-war dilontarkan kedua kubu sebelum laga. Melihat sejarah dalam dua dekade, Sir Alex Ferguson menyebut , , dan tetap menjadi pesaing United merebut gelar Premiership ke empat secara beruntun. Ferguson juga menyatakan Manchester United tak akan pernah menjadi underdog City selama dirinya masih hidup! Sebuah pernyataan tegas dari Ferguson setelah Mark Hughes berkomentar City lebih kuat dari United. Bahkan meski Eastlands lebih dekat ke Old Trafford dibandingkan Anfield, Ferguson menyebut adalah derby terbesar United. Bila City meraih tiga poin di Theatre of Dreams, Ferguson tentu akan mulai berpikir bahwa persaingan perburuan gelar kini datang dari rival yang tidak jauh dari rumah sendiri, yakni tetangga satu kota. Namun Mark Hughes bakal menghadapi mantan klub dan manajernya tanpa kekuatan terbaik seperti yang diinginkannya awal musim ini. Tak ada . Demikian pula top skor City, Emmanuel Adebayor, yang mulai menjalani skorsing tiga pertandingan dari FA. Craig Bellamy diprediksi tidak akan menjadi problem utama bagi lini belakang United yang telah diperkuat Rio Ferdinand. Satu-satunya keunggulan City adalah lini tengah dan belakang. Kehadiran Gareth Barry memperkuat sektor tengah City yang sudah memiliki Nigel de Jong, Stephen Ireland, dan Shaun Wright-Phillips. Demikian pula duet palang pintu Kolo Toure dan Joleon Lescott yang sudah mulai padu dan melupakan tawaran fantastis City pada kapten timnas Inggris, John Terry. Ferguson mengklaim City menghadapi lawan-lawan mudah awal musim ini, sehingga mampu mencatat hasil sempurna, meski saya tidak setuju bila kemenangan 4-2 atas dibilang mudah. Hal itu setidaknya menunjukkan Ferguson tidak ingin menjadi nomor dua. Tidak hanya terkait rivalitas dengan kebanggaan lokal, tetapi juga sinyal kekuatan besar dari kota Manchester yang mulai berubah warna dari merah menjadi biru.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 14:02Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
BERITA LAINNYA
-
editorial 4 Juni 2026 13:59Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
-
editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
-
editorial 3 Juni 2026 16:053 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
-
editorial 3 Juni 2026 15:476 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)

